Skripsi
Analisis tingkat kenyamanan pola celana pria ukuran l Sistem Soekarno, balai latihan kerja, dan Citra Tailor / Eko Febrianto
Abstrak
Pola merupakan salah satu yang berperan penting dalam proses pembuatan busana. Baik dan tidaknya busana bergantung pada proses pembuatan pola. Oleh karena itu diperlukan ketepatan dan ketelitian yang tinggi dalam membuat pola agar menghasilkan busana yang tepat dan sesuai dengan keinginan. Pola celana pria dapat dibuat dengan beberapa sistem seperti sistem Soekarno Balai Latihan Kerja dan Citra Tailor. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pola celana pria dan cara pembuatannya serta tingkat kenyamanan pola celana pria ukuran L sistem Soekarno Balai Latihan Kerja dan Citra Tailor yang ditinjau dari tingkat kenyamanan statis dan tingkat kenyamanan kinetis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu sistem pembuatan pola celana pria sistem Soekarno Balai Latihan Kerja dan Citra Tailor. Sampel yang digunakan adalah pola celana pria. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar penilaian yang ditujukan untuk panelis ahli. Instrumen tersebut memuat tentang penilaian tingkat kenyamanan statis dan tingkat kenyamanan kinetis dari pola celana yang akan diujikan. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi dan angket. Persentase merupakan jenis analisis data yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini dengan rumus . Hasil pengamatan dalam proses pembuatan pola celana pria menunjukkan bahwa ketiga sistem pola celana harus membuat pola bagian depan terlebih dahulu kemudian membuat pola bagian belakang dengan cara mengutip dari pola bagian depan. Sistem pola Soekarno memiliki langkah pembuatan yang lebih rumit dan detail dari pada sistem pola Balai Latihan Kerja dan Citra Tailor. Untuk menentukan ukuran pesak pada pola ketiga sistem pola tersebut memiliki cara yang berbeda. Pada bagian lingkar kaki pola Soekarno berbeda dengan kedua pola yang lainnya. Pada bagian paha pola belakang ketiga sistem pola memiliki cara berbeda untuk menentukan besar paha. Dan pada bagian pinggang belakang ketiga pola mempunyai perbedaan yang signifikan untuk menentukan bagian tengah atau pesak depan. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh panelis ahli diperoleh hasil tentang tingkat kenyamanan pola celana pria ukuran L sistem Soekarno dilihat dari tingkat kenyamanan statis diperoleh hasil dengan kategori nyaman sebesar 90 48% dan kategori kurang nyaman sebesar 9 52%. Untuk kategori tidak nyaman sebesar 0% sedangkan tingkat kenyamanan kinetis diperoleh hasil dengan kategori nyaman sebesar 91 67% dan kurang nyaman sebanyak 8 33%. Untuk kategori tidak nyaman sebesar 0%. Penilaian tentang tingkat kenyamanan pola celana pria ukuran L sistem Balai Latihan Kerja ditinjau dari tingkat kenyamanan statis yang diberikan oleh panelis ahli yaitu kategori nyaman sebesar 38 10% kategori kurang nyaman sebesar 33 33% dan untuk kategori tidak nyaman sebesar 28 57%. Sedangkan untuk tingkat kenyamanan kinetis diperoleh hasil dengan kategori nyaman sebesar 33 33% kurang nyaman sebesar 50% dan untuk kategori tidak nyaman sebesar 16 67%. Tingkat kenyamanan pola celana pria ukuran L sistem Citra Tailor ditinjau dari tingkat kenyamanan statis diperoleh hasil dengan kategori nyaman sebesar 57 14% kategori kurang nyaman sebesar 28 57%. Untuk kategori tidak nyaman sebesar 14 29%. Sedangkan untuk tingkat kenyamanan kinetis diperoleh hasil dengan kategori nyaman sebesar 16 67% kurang nyaman sebanyak 50% dan untuk kategori tidak nyaman sebesar 33 33%. Berdasarkan hasil paparan data yang diperoleh dari penilaian panelis ahli menunjukkan bahwa secara keseluruhan data pola celana pria sistem Soekarno memperoleh hasil data yang termasuk dalam kategori nyaman baik dari tingkat kenyamanan statis maupun tingkat kenyamanan kinetis. Saran untuk peneliti yang akan melakukan penelitian sejenis diharapkan mampu mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan sistem pola dan ukuran yang berbeda sehingga hasil yang diperoleh akan berbeda pula. Bagi lembaga diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi untuk mata kuliah yang relevan. Untuk pelaku wirausaha atau bisnis busana khususnya pembuat pola atau produksi busana alangkah baiknya ketika membuat celana pria yang menggunakan pola sistem Soekarno Balai Latihan Kerja dan Citra Tailor harap memperhatikan dengan cermat proses pengambilan ukuran agar letak bagian celana tepat dan sesuai. Selain itu ketika proses pembuatan pola harap memperhatikan bagian-bagian celana agar hasil pipa celana secara keseluruhan bagus dan rapi.