Skripsi
Pengembangan media pembelajaran videografis materi proses islamisasi bathoro katong untuk siswa Kelas X SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo / Erwansyah Nasrul Fuad
Abstrak
Berdasarkan hasil observasi di lapangan ditemukan bahwa penggunaan media pembelajaran masih kurang inovatif. Media pembelajaran yang digunakan masih konvensional dan media digital berupa virtual class berbasis web sekolah. Selain kurang dalam inovasi media pembelajaran juga kurang dalam penyampaian materi sejarah lokal pada proses pembelajaran. Sedangkan dalam kurikulum merdeka pembelajaran sejarah dituntut mampu menganalisis manusia dalam kerajaan Islam serta menjelaskan peristiwa sejarah dalam ruang lingkup lokal nasional dan global serta memaknai nilai-nilai dari peristiwa sejarah dan dikontekstualkan dalam kehidupan masa kini. Karena itu diperlukan media pembelajaran yang menyajikan sejarah lokal guna melengkapi tuntutan kurikulum. Proses Islamisasi Bathoro Katong di Ponorogo merupakan salah satu peristiwa penting yang harus dibahas dalam pembelajaran sejarah. Berdasarkan hasil observasi peristiwa tersebut masih belum banyak diketahui oleh siswa. Hal itu karena kurangnya bahan serta media yang membahas sejarah lokal. Dari hasil temuan tersebut peneliti bertujuan untuk mengembangkan videografis dengan materi sejarah lokal Proses Islamisasi Bathoro Katong di Ponorogo dan menguji kelayakannya dan kepraktisan sebagai media pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R amp D) dengan menggunakan model penelitian ADDIE (Analyze Design Develop Implement Evaluate). Berikut ini adalah langkah-langkah penelitian yang menggunakan model ADDIE (1) menganalisis kurikulum dan kebutuhan siswa (2) merancang skenario pembelajaran dan produk atau media (3) menginterpretasikan rancangan produk menjadi prototipe dan melakukan validasi kepada ahli materi dan ahli media (4) menerapkan produk ke dalam pembelajaran (5) melakukan evaluasi dalam setiap tahap. Dalam proses pengumpulan data peneliti menggunakan instrumen seperti kuesioner dan lembar komentar untuk fase validasi dan uji coba. Berdasarkan hasil validasi materi videografis Proses Islamisasi Bathoro Katong di Ponorogo memperoleh persentase total skor sebesar 92%. Sedangkan hasil validasi media pembelajaran videografis tersebut memperoleh persentase total skor sebesar 92%. Sementara itu berdasarkan uji coba produk videografis memperoleh persentase total skor sebesar 87%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa produk videografis yang menggambarkan Proses Islamisasi Bathoro Katong di Ponorogo sangat valid dan layak untuk digunakan. Sehingga produk videografis dapat memfasilitasi guru maupun siswa sebagai media pembelajaran sejarah di sekolah.