Skripsi
Analisis kondisi fisik atlet hockey outdoor putra Jawa Timur / Hanas Hutama Arinsa Putra
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui kondisi fisik atlet Hockey Outdoor putra Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen yang menggunakan metode pendekatan cross-sectional dengan desain deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah atlet Hockey Outdoor putra yang terdaftar di Tim Jawa Timur. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yang diambil dari seluruh atlet Hockey Outdoor putra yang terdaftar di Tim Jawa Timur dalam PUSLATDA 2024 yang berjumlah 18 atlet. Instrumen tes yang digunakan yaitu tes kondisi fisik 1) Daya tahan kardiorespiratori Multistage Fitness Test 2) Power otot tungkai Standing Triple Jump 3) Kecepatan Sprint 20 meter 4) Kelincahan Illinois Agility Test 5) Kekuatan otot Otot lengan Push-up Otot perut Sit-up Otot Punggung Back-up Test (1 menit) 6) Fleksibilitas Sit and Reach Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik atlet Hockey Outdoor putra Jawa Timur tingkat daya tahan memiliki hasil (4 33) kategori Baik tingkat Power otot tungkai memiliki hasil (2 66) dengan kategori kurang tingkat kecepatan memiliki hasil (2 78) kategori Kurang tingkat kelincahan memperoleh hasil (4) kategori Baik tingkat kekuatan otot lengan memiliki hasil (4 44) dengan kategori Sangat Baik tingkat kekuatan otot perut memperoleh hasil (4 16) dengan kategori Baik tingkat kekuatan otot punggung memiliki hasil (3 38) dengan kategori Cukup tingkat kekuatan fleksibilitas memiliki hasil (4 77) dengan kategori Sangat Baik. Diketahui dari hasil perolehan setiap instrument tes kondisi fisik atlet Hockey Outdoor Jawa Timur menunjukkan bahwa tingkat kekuatan otot lengan dan kelentukan memiliki hasil yang paling tinggi dengan kategori sangat baik sedangkan tingkat daya tahan otot perut kecepatan kelincahan dan daya tahan aerobic memperoleh hasil pada kategori baik pada hasil tes kekuatan otot punggung mendapatkan hasil tes yang paling rendah yaitu pada kategori cukup. Selain itu pada hasil tes power otot tungkai terdapat 2 hasil yang sama tinggi yaitu memperoleh nilai pada kategori cukup dan kurang.