Skripsi
Hubungan postur kerja, beban kerja fisik, dan whole body vibration terhadap risiko low back pain pada pengemudi Trans Metro Dewata / Lotu Mountaz
Abstrak
Pengoperasian bus sistem BRT dengan kompleksitas jadwal dinamis serta kondisi lalu lintas seperti kemacetan dapat berdampak pada pengemudi BRT terutama mengakibatkan kelelahan serta gangguan musculoskeletal. Salah satu gangguan yang umum dialami pengemudi adalah low back pain (LBP) yaitu rasa nyeri yang dirasakan di area punggung bawah dan dapat merambat ke area bokong paha atau kaki dengan berbagai durasi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan postur kerja beban kerja fisik dan whole body vibration terhadap risiko LBP pada pengemudi Trans Metro Dewata. Penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel ditentukan dengan teknik proportionate stratified random sampling sebanyak 149 sampel dari 228 total populasi. Instrumen yang digunakan antara lain kuesioner modified oswestry low back pain disability (ODI) lembar penilaian rapid entire body assessment (REBA) kamera aplikasi angulus pulse oximeter dan vibration meter. Hasil menunjukkan responden memiliki disabilitas LBP dengan kategori minimal-sedang postur kerja dengan risiko ringan- sedang beban kerja fisik dengan kategori ringan-sedang serta whole body vibration berada di bawah dan melebihi nilai ambang batas. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara postur kerja (p 0.000 OR 8.488) beban kerja fisik (p 0.000 OR 7.042) dan whole body vibration (p 0.019 OR 3.222) terhadap risiko LBP. Rekomendasi pengendalian meliputi cek kesehatan berkala peregangan teratur perhatian terhadap jumlah jam kerja dan penyediaan fasilitas tambahan untuk meredam getaran bus.