Skripsi
Transformasi nilai dan pertunjukan kesenian bantengan di Kota Malang / Moh Andre Fahmi Sugara
Abstrak
Abstrak Kesenian Bantengan merupakan kesenian khas Malang Raya yang saat ini mengalami perkembangan. Fenomena perkembangan dan perubahan kesenian Bantengan telah terjadi selama dua tahun terakhir. Prubahan yang terjadi meliputi perubahan pada dari segi properti pelaku struktur atau urutan pertunjukan fungsi nilai dan bertambahnya jumlah kelompok kesenian Bantengan. Perkembangan ini memungkinkan terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kesenian Bantengan Seperti nilai magis yang berkaitan dengan kepercayaan terhadap roh leluhur nilai religius yang menguatkan kepercayaan terhadap Tuhan dan nilai simbolik yang melambangkan kehidupan manusia. Hal itu dapat membuat masyarakat tidak mengetahui nilai-nilai yang ada dalam kesenian Bantengan. Sehingga memunculkan sebuah anggapan bahwa nilai-nilai yang ada di dalam kesenian Bantengan telah memudar. Oleh karena itu artikel ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kesenian Bantengan dan mendeskripsikan nilai-nilai yang masih dipertahankan dalam kesenian Bantengan saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi wawancara dan dokumentasi. Peneliti melakukan observasi secara partisipatori dengan terlibat sebagai pelaku kesenian Bantengan dan wawancara yang dilakukan secara semi terstruktur. Dalam penelitian ini melibatkan 1 orang dari Dinas Kebudayaan Kota Malang sebagai informan pendukung dan 9 pelaku kesenian Bantengan sebagai informan kunci. Teknik analisis data menggunakan model Miles et al. . Pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perkembangan kesenian Bantengan dari segi bentuk kemasan yang meliputi properti dan pemeran atau peran yang diperankan segi fungsi pertunjukan dan segi struktur atau urutan pertunjukan. Kemudian nilai-nilai yang dipertahankan meliputi nilai magis nilai religi dan nilai simbolik.