Skripsi
Konstruksi sosial dan realitas kehidupan pengemis di kawasan perkotaan terpinggirkan / Bayu Maulana
Abstrak
Fenomena mengemis merupakan permasalahan sosial yang terjadi di berbagai negara termasuk Indonesia. Aktivitas mengemis tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi tetapi juga oleh konstruksi sosial yang berkembang dalam masyarakat. Di Kota Malang jumlah pengemis meningkat setiap tahun terutama di daerah perkotaan dengan tingkat mobilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi sosial pengemis di Kelurahan Ujung Makmur menganalisis alasan melakukan aktivitas mengemis dan menganalisis penggunaan pendapatan hasil mengemis. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sedangkan teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu wawancara observasi dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas mengemis di Kelurahan Ujung Makmur tidak diwariskan secara generasi ke generasi melalui sosialisasi primer dalam keluarga melainkan dipengaruhi oleh tekanan ekonomi budaya lingkungan norma dan ajakan antar individu. Adapun alasan mereka melakukan aktivitas mengemis disebabkan oleh faktor kesehatan usia pendidikan yang rendah tidak memiliki keterampilan dan kebiasaan mendapatkan uang secara instan. Penghasilan dari aktivitas mengemis bersifat fluktuatif dan dipengaruhi oleh cuaca aktivitas mahasiswa lokasi waktu dan regulasi sosial. Sehingga mereka kesulitan untuk merencanakan keuangan jangka panjang. Pendapatan mereka umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar diantaranya makan sehari-hari biaya sewa rumah biaya pendidikan dan membayar pinjaman. Namun ada juga yang mengalokasikan untuk kebutuhan sekunder seperti rokok yang dianggap penting dalam rutinitas harian.