Skripsi
Analisis kelayakan peralatan bengkel pemesinan sesuai standart uji sertifikasi profesi pada SMK di wilayah tugas cabang Dinas Provinsi Jatim di Tulungagung / Dicky Nurdhian Rama Dhika
Abstrak
Bengkel pemesinan SMK merupakan tempat terjadinya proses pembelajaran praktik untuk siswa melakukan dan menyelesaikan pekerjaan dari pelajaran berjenis teori yang disampaikan dalam pembelajaran di kelas dalam bengkel pemesinan terdapat peralatan yang menunjang siswa dalam melakukan perbaikan menyelesaikan pekerjaan sampai dengan membuat dan menghasilkan hasil akhir produk. Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) merupakan badan independen yang bertanggung jawab kepada presiden yang diberikan kewenangan sebagai otoritas sertifikasi personil dan bertugas sebagai pelaksana sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) merupakan lembaga pelaksanaan kegiatan sertifikasi profesi yang telah diberikan lisensi atau izin dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang dimana tugas dari LSP salah satunya adalah (1) Merencanakan materi untuk uji kompetensi (2) Memverifikasi Tempat Uji Sertifikasi (TUK) (3) Menyediakan asesor untuk menjadi penguji dan (4) Menerapkan standart asesmen. Tempat Uji Kompetensi (TUK) merupakan tempat kerja praktik atau simulasi tempat kerja baik digunakan untuk menyelenggarakan uji kompetensi maupun asesmen dari Lembaga Sertifikasi Profesi. Untuk mendapatkan praktek kerja yang baik (Good Practices) maka perlu dukungan dari tempat kerja yang baik juga. Tujuan dari penelitian Analisis Kelayakan Peralatan Bengkel Pemesinan Sesuai Standart Uji Sertifikasi Profesi Pada SMK Di Wilayah Tugas Cabang Dinas Provinsi Jatim Di Tulungagung untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui jumlah peralatan bengkel pemesinan di SMK se-Cabang Dinas Tulungagung sesuai standart Uji Sertifikasi Profesi (2) Untuk mengetahui kondisi peralatan bengkel pemesinan di SMK se-Cabang Dinas Tulungagung yang digunakan untuk Uji Sertifikasi Profesi (3) Untuk mengetahui kelayakan bengkel pemesinan SMK yang digunakan sebagai TUK ditinjau dari jumlah dan kondisi peralatan bengkel pemesinan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif sehingga menggambarkan kejadian real dan apa adanya ditempat penelitian. Objek pada penelitian ini adalah bengkel pemesinan pada SMK se-Cabang Dinas Tulungagung antara lain (1) SMK Veteran Tulungagung (2) SMK Sore Tulungagung (3) SMKN 3 Boyolangu (4) SMKN 1 Trenggalek. Merujuk dari hasil penelitian dan pengembangan yang sudah dilaksanakan diperoleh nilai jumlah kelengkapan peralatan sebagai berikut (1) SMK Negeri 3 Boyolangu mendapatkan presentase 99% maka dinyatakan sangat layak sebagai TUK (Tempat Uji Kompetensi) Pengoperasian Mesin Bubut (2) SMK Negeri 1 Trenggalek mendapatkan presentase 98% maka dinyatakan sangat layak sebagai TUK (Tempat Uji Kompetensi) Pengoperasian Mesin Bubut (3) SMK Sore Tulungagung mendapatkan presentase 95% maka dinyatakan sangat layak sebagai TUK (Tempat Uji Kompetensi) Pengoperasian Mesin Bubut dan (4) SMK Veteran Tulungagung mendapatkan presentase 94% maka dinyatakan sangat layak sebagai TUK (Tempat Uji Kompetensi) Pengoperasian Mesin Bubut. Untuk kondisi kelayakan peralatan memperoleh nilai sebagai berikut (1) SMK Negeri 3 Boyolangu untuk peralatan yang digunakan Uji Sertifikasi Profesi dengan Kompetensi Pengoperasian Mesin bubut tidak terdapat peralatan dengan kondisi tidak layak pakai (2) SMK Negeri 1 Trengaalek untuk peralatan yang digunakan Uji Sertifikasi Profesi dengan Kompetensi Pengoperasian Mesin bubut terdapat peralatan dengan kondisi tidak layak pakai dengan presentase 1% (3) SMK Sore Tulungagung untuk peralatan yang digunakan Uji Sertifikasi Profesi dengan Kompetensi Pengoperasian Mesin bubut terdapat peralatan dengan kondisi tidak layak pakai dengan presentase 3% dan (4) SMK Veteran Tulungagung untuk peralatan yang digunakan Uji Sertifikasi Profesi dengan Kompetensi Pengoperasian Mesin bubut terdapat peralatan dengan kondisi tidak layak pakai dengan presentase 1%.