Skripsi
Strategi rekonsiliasi konflik dengan pendekatan budaya oleh daerah khusus pusat persaudaraan setia hati terate untuk menurunkan tingkat kekerasan antar pendekar di Jawa Timur / Bagas Ronaldi Pamungkas
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi rekonsiliasi konflik dari Daerah Khusus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate dalam upaya menekan angka kekerasan antar pendekar pencak silat melalui pendekatan budaya dan mengidentifikasi hambatan tantangan kekurangan kelebihan dan hasil dari program rekonsiliasi konflik tersebut. Metode penelitian ini kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yaitu para tokoh pendekar pencak silat. Beberapa strategi yang dilakukan oleh Daerah Khusus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate adalah dengan mengadakan sarasehan antar perguruan pencak silat memberi wawasan kebangsaan kepada anggota PSHT memberi santunan kepada anak yatim piatu dan fakir miskin memberi bimbingan kerohanian kepada anggota PSHT berpartisipasi dalam paguyuban pencak silat mengeluarkan surat himbauan menggelar latihan gabungan dan melaksanakan deklarasi damai. Namun dalam pelakasanaan berbagai strategi terdapat berbagai macam hambatan tantangan kelebihan serta kekurangan seperti keterbatasan dana rendahnya tingkat partisipasi peserta. Namun hal ini dapat diatasi dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa setelah dilakukan berbagai upaya dengan pendekatan budaya angka kekerasan antar pendekar pencak silat mengalami penurunan yang cukup signifikan angka terjadinya konflik antar perguruan relatif melandai atau rendah dibandingkan dengan beberapa periode sebelumnya sebelum dilakukan strategi tersebut. Melalui implementasi berbagai strategi diharapkan menumbuhkan semangat kebersamaan guna tercipta suasana yang harmonis serta guyub rukun ditengah tengah masyarakat.