Disertasi
Model counseling modality (CoMoDa) bermuatan nilai tale kerinci untuk pemenuhan kemampuan pemaknaan hidup siswa SMA / Suci Nora Julina Putri
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Model Counseling Modality (CoModa) bermuatan nilai budaya Tale Kerinci untuk pemenuhan kemampuan pemaknaan hidup siswa SMA. Model ini didasarkan pada teori multimodal dengan fokus pada dua elemen akronim BASIC ID yaitu C (Cognition) dan I (Interpersonal Relationship) serta mengintegrasikan prinsip budaya Saiyo Sakato dalam aspek pribadi-sosial siswa. Hasil temuan dilapangan terhadap 172 Siswa SMA Kerinci dengan 0 69% dalam kategori sangat rendah menunjukkan bahwa perlu adanya alternatif dari layanan BK untuk pemenuhan kemampuan pemaknaan hidup. Desain penelitian ini menggunakan model Borg and Gall (1983) yaitu (1) Research and Information Collecting (2) Planning (3) Preliminary Form of Product (4) Preliminary Field Testing (5) Main Product Revision (6) Main Field Testing (7) Operational Product Revision (8) Operational Field Testing (9) Final Product Revision (10) Dissemination and Implementation. Subjek pelaksanaan CoModa berjumlah 10 orang siswa SMAN 6 Kerinci. Adapun alat ukur dalam mengetahui pemaknaan hidup siswa SMA adalah dengan menggunakan skala kemampuan pemaknaan hidup. Model CoModa terbukti efektif dalam meningkatkan pemaknaan hidup siswa SMA dan dapat menjadi alternatif dalam layanan BK. Hasil validasi model melibatkan tiga ahli yaitu (1) Ahli bimbingan dan konseling dengan tingkat kesesuaian tinggi dengan nilai rata-rata Aiken s V sebesar 0 829 (2) Validasi dari ahli media dengan kategori sedang (Aiken s V rata-rata 0 795) dan (3) ahli budaya validasi rata-rata 0 977 menujukkan bahwa model ini sangat relevan. Selanjutnya hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa penilaian dari calon pengguna menunjukkan tingkat validitas yang tinggi dengan nilai rata-rata Aiken s V 0 977. Adapun data hasil dari pelaksanaan pretest dan posttest menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan nilai Z -2.807 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pretest dan posttest setelah penerapan CoModa. Berdasarkan temuan penelitian ini diajukan beberapa saran (1) Guru BK disarankan mengintegrasikan model Counselling Modality (CoModa) untuk menangani masalah pribadi dan sosial siswa dengan pendekatan yang disesuaikan. Konselor juga perlu meningkatkan kompetensi melalui pelatihan. (2) Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk menguji model ini pada populasi lebih luas mengembangkan instrumen pengukuran efektivitas serta mengeksplorasi dampak jangka panjangnya dalam membangun keterampilan hidup siswa.