Skripsi
Analisis koefisien kekuatan relatif campuran ac-wc dengan bahan tambah pet berdasarkan parameter marshall / Elsada Shandy
Abstrak
Salah satu variabel yang berperan penting dalam mendapatkan nilai Indeks Tebal Perkerasan ialah Koefisien Kekuatan Relatif yang biasanya tertera pada tabel Bina Marga. Keterbatasan dari tabel tersebut tidak mencantumkan secara eksplisit nilai koefisien untuk material inovatif salah satunya yaitu PET (Polyethylene Terephthalate) yang dapat meningkatkan kualitas dan kinerja dari campuran aspal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui karakteristik bahan 2) mengetahui kinerja campuran AC-WC dengan bahan tambah PET serta (3) mengetahui nilai Koefisien Kekuatan Relatif akibat penambahan bahan PET. Untuk variasi kadar aspal pada penelitian ini menggunakan kadar 5% 5.5% 6% 6.5% 7% sedangkan untuk variasi kadar PET digunakan 0% 2% 4% 6% 8% dan 10%. Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan mengumpulkan data yang akan digunakan untuk eksperimen kemudian dilanjutkan pengujian terhadap aspal dan agregat yang disesuaikan dengan persyaratan berlaku setelah itu dilakukan pencampuran PET terhadap aspal dengan metode basah (wet methode). Hasil dari pengujian tersebut akan diplot dalam suatu grafik hubungan antara kadar aspal beserta variasi kadar PET terhadap Marshall properties. Hal ini berlaku juga untuk grafik hubungan penambahan kadar PET terhadap nilai koefisien kekuatan relatif yang didapat setelah nilai stabilitas diketahui. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk pengujian agregat telah lolos spesifikasi dan dapat diterapkan di lapangan. Kemudian untuk pengujian aspal terjadi penurunan penetrasi titik nyala titik bakar serta daktilitas sedangkan untuk berat jenis titik lembek serta viskositas menunjukkan trendline kenaikan. Untuk kinerja marshall menunjukkan terjadinya penurunan VIM VMA sedangkan untuk VFA stabilitas flow dan MQ cenderung naik seiring dengan penambahan kadar PET ke dalam campuran AC-WC. Koefisien kekuatan relatif yang didapatkan menunjukkan trendline yang cenderung naik seiring dengan penambahan kadar PET dengan nilai tertinggi sebesar 0.55 pada kadar PET 8% kemudian turun setelahnya menjadi 0.54 pada kadar 10%.