Disertasi
Berpikir reflektif mahasiswa calon guru matematika dalam menyelesaikan masalah numerasi / Reno Warni Pratiwi
Abstrak
Berpikir reflektif merupakan suatu aktivitas mental yang mencakup dua tahapan yaitu suatu situasi keragu-raguan atau kebingungan dan tindakan untuk melakukan penyelidikan berulang untuk menjawab dan menyelesaikan kebingungan tersebut. Salah satu masalah yang dapat menggali berpikir reflektif mahasiswa calon guru adalah masalah numerasi. Masalah numerasi menuntut pemahaman yang mendalam serta menuntut evaluasi kritis terhadap strategi dan hasil. Kerangka kerja yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tahapan berpikir reflektif problem context problem definition seeking possible solution experimentation evaluation dan acceptance or rejection. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan berpikir reflektif mahasiswa calon guru matematika dalam menyelesaikan masalah numerasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi yang melibatkan 108 mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Matematika dari empat perguruan tinggi di Kota Malang. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dalam penelitian dengan instrumen pendukung berupa instrumen tes masalah numerasi dan pedoman wawancara. Data yang dianalisis yaitu transkrip hasil think aloud lembar jawaban dan transkrip hasil wawancara dan semua data dianalisis secara kualitatif. Dari 108 mahasiswa terdapat 64 mahasiswa yang dipilih karena berpikir reflektif dalam menyelesaikan masalah numerasi. Mahasiswa yang berpikir reflektif dikelompokkan kembali menjadi dua yaitu berpikir reflektif dengan solusi salah dan berpikir reflektif dengan solusi benar. Kelompok berpikir reflektif salah dibedakan menjadi dua kelompok kelompok pertama mewakili mahasiswa yang salah memahami informasi yang diketahui dari masalah dan menggunakan satu metode penyelesaian selanjutnya disebut kelompok berpikir reflektif tipe 1. Kelompok kedua mewakili mahasiswa yang salah dalam memahami informasi yang diketahui dari masalah dan menggunakan dua metode penyelesaian dalam melakukan berpikir reflektif selanjutnya disebut berpikir reflektif tipe 2. Sementara kelompok berpikir reflektif ketiga mewakili mahasiswa yang memahami masalah secara benar dengan 1 metode penyelesaian dalam melakukan berpikir reflektif selanjutnya disebut berpikir reflektif tipe 3. Mahasiswa calon guru matematika dalam kelompok berpikir reflektif tipe 1 melakukan tahap berpikir reflektif sebagai berikut. Pada tahap problem context mahasiswa memahami konteks masalah yang diberikan. Pada tahap problem definition mahasiswa memahami informasi yang diketahui secara salah karena memahami informasi yang diketahui menjadi dua bagian. Namun mahasiswa memahami informasi yang ditanyakan pada masalah dan mampu membuat model matematika berdasarkan informasi yang dipahami. Pada tahap seeking possible solution mahasiswa dapat memilih rencana metode yang tepat. Pada tahap experimentation mahasiswa dapat melaksanakan rencana metode dengan benar. Pada tahap evaluation mahasiswa melaksanakan evaluasi terhadap metode evaluasi terhadap langkah pengerjaan dan perhitungan serta melakukan evaluasi terhadap solusi. Pada tahap acceptance/rejection mahasiswa menerima solusi yang didapatkan tetapi hasilnya salah. Mahasiswa calon guru matematika dalam kelompok berpikir reflektif tipe 2 melakukan tahap berpikir reflektif sebagai berikut. Pada tahap problem context mahasiswa memahami konteks masalah yang diberikan. Pada tahap problem definition mahasiswa memahami informasi yang diketahui secara salah karena gagal memperoleh informasi yang disajikan pada gambar. Namun mahasiswa memahami informasi yang ditanyakan pada masalah dan mampu membuat model matematika berdasarkan informasi yang dipahami. Pada tahap seeking possible solution mahasiswa dapat memilih rencana metode yang tepat. Pada tahap experimentation mahasiswa dapat melaksanakan rencana metode yang dipilih dengan benar. Pada tahap evaluation mahasiswa melaksanakan evaluasi terhadap metode langkah pengerjaan dan perhitungan. Pada tahap acceptance/rejection mahasiswa menolak solusi yang didapatkan dan mempertimbangkan metode alternatif lain. Mahasiswa kembali ke tahap seeking possible solution dimana mahasiswa dapat memilih rencana metode alternatif lain dengan tepat. Pada tahap experimentation mahasiswa dapat melaksanakan rencana metode alternatif lain dengan benar. Pada tahap evaluation mahasiswa melaksanakan evaluasi terhadap metode alternatif lain langkah pengerjaan dan perhitungan. Pada tahap acceptance/rejection mahasiswa menerima solusi yang didapatkan tetapi hasil yang diperoleh salah. Mahasiswa calon guru matematika dalam kelompok berpikir reflektif tipe 3 melakukan tahap berpikir reflektif sebagai berikut. Pada tahap problem context mahasiswa memahami konteks masalah yang diberikan. Pada tahap problem definition mahasiswa memahami informasi yang diketahui secara benar berdasarkan informasi yang diberikan pada wacana tabel dan gambar. Mahasiswa memahami informasi yang ditanyakan pada masalah dan mampu membuat model matematika berdasarkan informasi yang dipahami. Pada tahap seeking possible solution mahasiswa dapat memilih rencana metode yang tepat. Pada tahap experimentation mahasiswa melaksanakan rencana metode yang dipilih dengan benar. Pada tahap evaluation mahasiswa mengevaluasi metode langkah pengerjaan dan perhitungan serta solusi. Pada tahap acceptance/rejection mahasiswa menerima solusi yang didapatkan.