Tesis
Ihace model hipotetik: pengembangan model pembelajaran berbasis inklusif di pendidikan tinggi dengan pendekatan heutagogy dan cybergogy / Tata Gading Jatiningsiwi
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengembangkan IHACE Model Hipotetik untuk pembelajaran yang inklusif di pendidikan tinggi dengan pendekatan heutagogy dan cybergogy. Pengembangan model pembelajaran ini dilakukan menggunakan metode pengembangans dengan model Sustainable Development (Ediyanto dkk 2022). Terdiri atas 4 tahap yaitu yaitu information gathering planning establishing the initial product dan validating (Ediyanto dkk 2022). Desain model pembelajaran yang dikembangkan memenuhi komponen model pembelajaran yaitu memiliki sintaks sistem sosial prinsip reaksi dan sistem pendukung. Model ini juga dilengkapi dengan buku panduan penggunaan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IHACE Model Hipotetik yang dikembangkan adalah pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk mendukung pembelajaran inklusif di perguruan tinggi dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip Heutagogy dan Cybergogy. Melalui empat fase pembelajaran yaitu orientasi eksplorasi kolaborasi dan diskusi serta refleksi dan evaluasi mandiri IHACE Model Hipotetik terbentuk dari 6 prinsip yaitu self-regulated learning non-linear learning and teaching collaboration (social presence) emotive and nature acceptance online learning environment dan digital literacy. Hasil uji validitas internal menunjukkan bahwa model yang dikembangkan valid secara isi/konten dan konstruk sehingga dapat dimaknai bahwa semua komponen elemen atau materi yang ada dalam model yang dikembangkan benar-benar mencerminkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan model yang dikembangkan dalam penelitian benar-benar relevan dan sesuai dengan teori atau konsep yang diuji.