Skripsi
Hubungan Pengalaman Program Asistensi Mengajar dan Efikasi Diri terhadap Kesiapan Menjadi Tenaga Pendidik bagi Mahasiswa S1 PTI UM / Risky Cantika Nur Susilowati
Abstrak
Mahasiswa calon pendidik perlu memiliki kesiapan optimal sebelum terjun ke dunia kerja.Namun masih ditemukan mahasiswa yang merasa kurang percaya diri dan kurang siap dalam mengajar meskipun telah mengikuti program asistensi mengajar. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman nyata dalam proses pembelajaran di sekolah. Selain itu efikasi diri merupakan faktor yang berperan penting dalam kesiapan menjadi tenaga pendidik. Penelitian ini mengkaji hubungan antara pengalaman asistensi mengajar dan efikasi diri terhadap kesiapan menjadi tenaga pendidik bagi mahasiswa S1 PTI UM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Sampel penelitian terdiri dari mahasiswa S1 PTI Universitas Negeri Malang angkatan 2020 dan 2021 yang telah mengikuti program Asistensi Mengajar. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara acak dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukan (1) Mahasiswa S1 PTI UM memiliki pengalaman asistensi mengajar efikasi diri dan kesiapan menjadi tenaga pendidik pada kategori sedang (2) pengalaman program asistensi mengajar dengan kesiapan menjadi tenaga pendidik memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai koefisien korelasi 0 729 dan nilai signifikan 0 000 (3) efikasi diri dengan kesiapan menjadi tenaga pendidik memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai koefisien korelasi 0 812 dan nilai signifikan 0 000 (4) pengalaman asistensi mengajar dan efikasi diri terhadap kesiapan menjadi tenaga pendidik memiliki hubungan yang signifikan secara simultan dengan nilai koefisien korelasi 0 821 dan nilai signifikan 0 000. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengalaman program asistensi mengajar dan efikasi diri merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesiapan mahasiswa S1 PTI UM dalam menjadi tenaga pendidik. Oleh karena itu penguatan pengalaman mengajar dan peningkatan efikasi diri mahasiswa perlu diperhatikan agar dapat mencetak calon pendidik yang lebih siap dan percaya diri dalam mengajar.