Tugas Akhir
Analisis kondisi perkerasan jalan berdasarkan metode iri dan rci (studi kasus ruas Jalan hayam wuruk Kabupaten Jember) / Okta Haydar Rahmatullah
Abstrak
Kondisi perkerasan jalan merupakan faktor penting yang mempengaruhi keselamatan kenyamanan dan efisiensi transportasi. Pada ruas Jalan Hayam Wuruk Kabupaten Jember termasuk dalam kategori jalan arteri sekunder yang memiliki panjang jalan 2 4 km. Dua parameter utama yang digunakan untuk menilai kualitas permukaan jalan adalah International Roughness Index (IRI) dan Road Condition Index (RCI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat keratan dan kerusakan jalan sebagai bahan referensi dalam pemeliharaan jalan. Dalam mengidentifikasi permasalahan yang terjadi diperlukan 2 data pendukung yaitu data primer dengan metode IRI yang berupa aplikasi RoadBounce untuk mengukur suatu indeks permukaan jalan dan data sekunder yang diambil dari referensi jurnal. Kemudian hasil data nilai IRI dianalisis dengan mengkorelasikan data ke dalam bentuk parameter indeks nilai RCI. Hasil analisis nilai IRI memperoleh tingkat kondisi keraton jalan sebagai berikut Tingkat keraton jalan pada jalur Argopuro dengan IRI rata-rata sebesar 2 28 termasuk dalam kategori sedang dengan kondisi pemeliharaan berkala. Sedangkan tingkat keraton jalan pada jalur Mangli dengan IRI rata-rata sebesar 2 48 termasuk dalam kategori sedang dengan kondisi pemeliharaan berkala. Sedangkan tingkat kondisi jalan berdasarkan metode RCI Tingkat kerarataan jalan pada jalur Argopuro dengan RCI rata-rata sebesar 5 81 dengan kondisi kerusakan jalan secara visual cukup sedikit/tidak ada lubang. Sedangkan tingkat kondisi kerusakan jalan pada jalur Mangli dengan RCI rata-rata sebesar 5 85 dengan kondisi kerusakan jalan secara visual cukup sedikit/tidak ada lubang.