Tesis
Makna simbolik dalam komunikasi kepemimpinan malaqbiq untuk pembentukan karakter religius santri di Pondok Pesantren Salafiyah Parappe dan Pondok Pesantren Al-Risalah Batetangnga Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat / Narmayani
Abstrak
Malaqbiq adalah konsep kepemimpinan yang berakar pada kearifan lokal masyarakat Mandar Sulawesi Barat yang menekankan nilai-nilai kejujuran ketegasan dan kebijaksanaan dalam bertindak (malaqbiq pau malaqbiq kedo dan malaqbiq gau). Konsep ini menjadi dasar dalam membentuk karakter individu terutama dalam lingkungan pendidikan seperti pesantren. Penelitian ini menganalisis makna simbolik dalam komunikasi kepemimpinan malaqbiq dan perannya dalam pembentukan karakter religius santri di dua pondok pesantren di Sulawesi Barat. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi multi situs. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam observasi partisipatif dan dokumen. Dalam menganalisis data penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik dari Bogdan amp Biklen yang menekankan bahwa makna terbentuk melalui interaksi sosial dan simbol yang digunakan dalam komunikasi. Selain itu teori komunikasi kepemimpinan juga digunakan untuk memahami bagaimana pesan kepemimpinan malaqbiq disampaikan dan diterima dalam lingkungan pesantren. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran komunikasi kepemimpinan malaqbiq yang dilakukan para pemimpin di pondok pesantren Salafiyah Parappe dan pondok pesantren Al-Risalah Batetangnga. Jenis simbol malaqbiq yang digunakan oleh pimpinan pesantren dalam pembelajaran ataupun di luar pembelajaran kepada santri di pondok pesantren Salafiyah Parappe dan pondok pesantren Al-Risalah Batetangnga. Proses penggunaan simbol dalam komunikasi kepemimpinan malaqbiq di pondok pesantren Salafiyah Parappe dan pondok pesantren Al-Risalah Batetangnga. Dan Makna simbol-simbol yang dipakai dalam komunikasi kepemimpinan malaqbiq di pondok pesantren Salafiyah Parappe dan pondok pesantren Al-Risalah Batetangnga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam komunikasi kepemimpinan malaqbiq seperti penggunaan bahasa gestur dan ritual keagamaan berperan dalam internalisasi nilai-nilai religius santri. Pondok pesantren Salafiyah Parappe lebih menekankan pendekatan salafiyah dalam penerapan kepemimpinan malaqbiq sementara pondok pesantren Al-Risalah Batetangnga mengombinasikan pendekatan salafiyah dan modern. Perbedaan pendekatan ini tidak mempengaruhi esensi kemalaqbiqan yang tetap menjadi landasan utama dalam membentuk karakter religius santri. Penelitian ini mempertegas bahwa kepemimpinan malaqbiq tidak hanya sebagai model kepemimpinan lokal tetapi juga sebagai strategi komunikasi efektif dalam pembentukan karakter santri berbasis nilai-nilai Islam.