Tesis
Eksplorasi religiusitas perempuan dewasa awal penyintas pelecehan seksual di masa anak dan remaja / Munawaroh
Abstrak
Pelecehan seksual merupakan salah satu bentuk kriminalitas yang dikecam secara global karena dampaknya yang merugikan khususnya terhadap anak dan remaja yang menjadi korban utama. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan angka kasus pelecehan seksual masih menunjukkan angka yang signifikan dan belum teratasi secara efektif. Kasus ini meninggalkan dampak negatif yang berkelanjutan baik secara fisik maupun emosional hingga masa dewasa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memahami peran religiusitas dalam proses pemulihan dan pertumbuhan penyintas pelecehan seksual khususnya perempuan dewasa awal yang menjadi korban pelecehan seksual pada masa anak dan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus lebih tepatnya instrumental case study untuk mendalami tema isu dan implikasi yang ada dalam kasus yang diteliti. Subjek penelitian adalah perempuan dewasa awal (berusia 18 hingga 25 tahun) yang menjadi korban pelecehan seksual pada usia anak dan remaja (7 hingga 15 tahun) dan beragama Islam. Instrumen penelitian terdiri dari wawancara semi-terstruktur kuesioner dan dokumentasi yang berlandaskan teori religiusitas Kendler et al. (2003) yang mencakup tujuh aspek religiusitas general religiosity social religiosity involved God forgiveness God as judge unvengefulness dan thankfulness. Teknik analisis data mengikuti tahapan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan dengan pengujian keabsahan menggunakan metode member check dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dewasa awal penyintas pelecehan seksual menghadapi dampak negatif seperti kecemasan kesedihan mendalam ketakutan dan gangguan fisik dan emosional khususnya di area genital. Mereka juga mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial rasa takut terhadap stigma kehilangan kepercayaan diri serta penurunan intensitas ibadah. Beberapa juga terlibat dalam perilaku berisiko seperti pergaulan bebas dan kehamilan. Di sisi lain religiusitas menjadi faktor penting dalam proses pemulihan mereka. Keyakinan yang kuat terhadap Tuhan sebagai pusat hidup keterlibatan Tuhan dalam keputusan hidup serta rasa syukur yang konsisten membantu mereka menemukan kekuatan batin ketenangan dan harapan. Religiusitas juga berperan dalam membangun kembali kepercayaan diri mengatasi trauma dan mendorong pola pikir serta tindakan positif yang berkontribusi pada pemulihan. Penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas berperan dalam proses pemulihan perempuan dewasa awal yang menjadi penyintas pelecehan seksual di masa anak dan remaja membantu untuk bangkit mengatasi trauma dan menjalani hidup yang lebih bermakna.