Skripsi
Kajian numerik distribusi tegangan pada balok hollow section dari bambu laminasi akibat beban transversal / Darma Ari Wijayadi
Abstrak
Bambu merupakan material bangunan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam dunia konstruksi serta cukup menjanjikan sebagai material popular menuju industri konstruksi yang berkelanjutan. Penelitian penelitian bambu laminasi mengalami perkembangan dari segi bentuknya dimulai dari bentuk solid atau pejal hingga berbentuk hollow section atau kotak. Bambu laminasi dengan bentuk hollow section memiliki keuntungan dibandingkan bentuk solid yaitu kekuatan dan efisiensi bahan yang dihasilkan lebih baik. Balok menjadi salah satu elemen struktur dari sebuah bangunan yang bisa dimodifikasi bentuk hollow section. Penelitian yang telah dilakukan adalah distribusi tegangan lentur amp tegangan geser pada balok menggunakan material jenis kayu amp baja sudah sering dilakukan namun untuk penelitian distribusi tegangan lentur amp tegangan geser balok hollow section menggunakan material bambu masih belum ada peneliti yang melakukan. Penelitian dilakukan dengan pembaruan pada jenis material yang digunakan yaitu menggunakan bambu serta bentuk balok menggunakan hollow section. Penelitian akan dirancang menggunakan program komputer ANSYS Workbench 2022 R1. Jumlah benda uji yang digunakan terdiri dari 4 buah balok (SB HB-1 HB-2 HB-3). Balok akan diuji menggunakan beban transversal yang bekerja di permukaan atasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian berlubang pada balok hollow section memberikan pengaruh terhadap tegangan lentur dan tegangan geser yang dihasilkan untuk hasilnya yaitu tegangan lentur pada bagian b (lebar balok) mendapatkan hasil berupa tegangan lentur terbesar terdapat pada bagian tidak berlubang amp tegangan lentur terkecil terdapat pada bagian berlubang distribusi tegangan lentur balok hollow section pada bagian h (tinggi balok) sama seperti distribusi tegangan lentur balok pejal pada bagian h (tinggi balok) lalu untuk tegangan geser terdapat selisih yang besar antara tegangan geser bagian terluar dari lubang dan bagian terdalam dari yang tidak berlubang hal ini disebabkan oleh perbedaan nilai b yang digunakan pada 2 titik tersebut pada bagian yang tidak berlubang digunakan nilai b (lebar balok) secara utuh sedangkan bagian berlubang digunakan nilai b (tebal dinding balok). Hal ini memberikan kesimpulan bahwa bagian berlubang mempengaruhi grafik distribusi tegangan geser pada balok hollow section yang mengakibatkan terjadinya perbedaan dengan grafik distribusi tegangan geser pada balok pejal.