Tesis
Pengembangan modul pengolahan sampah organik dengan maggot BSF dalam pembelajaran PjBL untuk meningkatkan literasi lingkungan dan keterampilan komunikasi siswa SMA / Muhammad Ainurridho
Abstrak
Literasi secara umum dapat dipahami sebagai salah satu kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk mencerna suatu informasi yang didapatkannya dari sumber yang terpercaya untuk kemudian dapat menentukan sikap akan informasi tersebut lalu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Literasi lingkungan menjadi aspek yang sangat dibutuhkan pada abad ke-21 dikarenakan telah terjadi permasalahan lingkungan yang meningkat seiring dengan peningkatan populasi manusia sehingga diangkat menjadi isu global pembahasan presidensi G20 di Bali dengan kesimpulan bahwa masyarakat Indonesia masih minim dalam kesadaran akan lingkungan sebagai implikasi rendahnya literasi lingkungan seorang individu. Fakta tentang rendahnya literasi lingkungan yang dimiliki oleh siswa juga dibuktikan melalui data pendahuluan menggunakan instrumen soal pengetahuan lingkungan angket sikap lingkungan dan angket perilaku lingkungan di salah satu sekolah di Kabupaten Pinrang yaitu SMAN 11 Pinrang yang dilakukan pada Senin tanggal 23 Januari 2023 hingga Rabu tanggal 25 Januari 2023. Hasil data pendahuluan menunjukkan literasi lingkungan siswa kelas X MIPA 2 masih rendah dengan total nilai 54 26 yang didapatkan dari hasil rerata nilai aspek literasi lingkungan yaitu pengetahuan lingkungan sebesar 43 73 dan nilai aspek literasi lingkungan yaitu sikap lingkungan sebesar 64 8. Khusus pada salah satu aspek literasi lingkungan yaitu perilaku lingkungan diukur menggunakan angket perilaku lingkungan dengan hasil 81 62% siswa kelas X MIPA 2 melakukan kebersihan lingkungan namun tidak membuang sampah sesuai kategori 100% siswa kelas X MIPA 2 tidak pernah melakukan pengolahan sampah basah organik di lingkungan sekolah 100% siswa kelas X MIPA 2 tidak pernah menerapkan pengolahan sampah basah organik dengan bantuan Maggot Black Soldier Fly (BSF) dan 100% siswa kelas X MIPA 2 tidak pernah melakukan pembuatan pupuk organik padat dan cair dari pengolahan sampah basah berbantuan Maggot Black Soldier Fly (BSF). Penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model pengembangan Plomp and Nieveen (2013) yang terdiri dari tahap (1) Preliminary Investigation (2) Design Realization/Construction (3) Test Evaluation and Revision dan tahapan akhir yaitu (4) Implementation. Konten dari modul cetak yang dikembangkan berdasarkan pada penelitian daya sintas (survivability) maggot BSF laju konsumsi maggot BSF terhadap substrat pakan uji rancang acak kelompok efektivitas luaran pengolahan sampah basah dengan maggot BSF hingga pencarian referensi yang relevan terkait materi perubahan lingkungan dan pengolahan sampah basah organik. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi ahli media dan bahan ajar materi dan praktisi pendidikan biologi angket respons siswa soal tes awal dan akhir pengetahuan lingkungan angket sikap lingkungan dan perilaku peduli lingkungan serta lembar observasi keterampilan komunikasi. Modul cetak pengolahan sampah basah organik berdasarkan hasil penelitian dihasilkan status sangat valid dengan nilai validitas oleh ahli materi 100% ahli media dan bahan ajar 100% dan praktisi pendidikan biologi 95%. Nilai kepraktisan modul cetak berdasarkan hasil respon siswa sebesar 88 93% untuk uji coba perorangan 94 40% untuk uji coba kelompok kecil 89 91% untuk uji coba lapangan dan 91 13 untuk uji conduct a pilot test yang termasuk dalam kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan literasi lingkungan dan keterampilan komunikasi yang signifikan antara kelas yang dibelajarkan menggunakan modul cetak pengolahan sampah basah organik dengan kelas siswa yang tidak dibelajarkan modul cetak pengolahan sampah basah organik dalam pembelajaran PjBL. Hal ini menunjukkan bahwa modul cetak efektif dalam meningkatkan literasi lingkungan dan keterampilan komunikasi siswa SMA.