Skripsi
Analisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam mata pelajaran IPAS di kelas IV pada SD penggerak / Dilla Putri Meydawati
Abstrak
Pembelajaran berdiferensiasi menjadi pendekatan utama dalam Kurikulum Merdeka yang memungkinkan penyesuaian konten proses produk dan lingkungan belajar agar lebih sesuai dengan karakteristik setiap siswa. Dalam kurikulum ini integrasi IPA dan IPS ke dalam IPAS dirancang untuk membangun pemahaman menyeluruh tentang hubungan manusia dan lingkungan. Sekolah Penggerak berperan dalam mengoptimalkan penerapan Kurikulum Merdeka termasuk dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi yang lebih adaptif terhadap keberagaman siswa di kelas. Seiring dengan perkembangan pendidikan di Indonesia Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa. Namun perubahan ini juga menghadirkan tantangan terutama dalam memastikan penyampaian materi tetap bermakna dan efektif bagi siswa. Penelitian ini menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam mata pelajaran IPAS kelas IV di salah satu dari tiga SD Penggerak di Kecamatan Nganjuk dengan fokus pada sub-bab Tumbuhan Sumber Kehidupan di Bumi. Sekolah yang dipilih telah lebih matang dalam menerapkan Kurikulum Merdeka dibandingkan sekolah yang baru mengadopsinya. Dengan metode deskriptif kualitatif penelitian ini melibatkan guru dan siswa kelas IV menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi dengan teknik triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman mencakup reduksi data penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi diawali dengan asesmen diagnostik untuk memahami kebutuhan siswa. Perencanaan mencakup penyusunan tujuan pembelajaran dan strategi diferensiasi dalam konten proses produk serta lingkungan belajar dengan dukungan berbagai media. Pada pelaksanaan guru menyesuaikan materi dengan gaya belajar siswa menerapkan kerja kelompok berdasarkan kecerdasan majemuk serta memberikan fleksibilitas dalam bentuk tugas. Evaluasi dilakukan melalui observasi asesmen berkelanjutan dan umpan balik siswa. berdasarkan hasil wawancara dengan siswa pendekatan ini meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa meskipun masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan waktu fasilitas serta kesulitan dalam pengelompokan siswa. Solusi yang dapat diterapkan meliputi perencanaan yang matang pemanfaatan teknologi dan asesmen awal. Penelitian ini memberikan gambaran penerapan pembelajaran berdiferensiasi di Sekolah Penggerak dalam konteks topik yang dikaji.