Skripsi
Tata krama berbahasa dalam teks negosiasi karya siswa kelas x SMA Laboratorium UM / Nurjihaan Nabiilah
Abstrak
Pada kehidupan sehari-hari negosiasi selalu dilakukan oleh semua kalangan baik dengan sengaja atau tidak sengaja. Negosiasi banyak diterapkan untuk mendapatkan yang sesuai dengan keinginan. Negosiasi akan ditempuh oleh siswa pada kelas X untuk menjadi bekal untuk menambah wawasan berinteraksi dalam melakukan tawar menawar yang baik dengan memperhatikan kesantunan dalam bertutur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) penggunaan prinsip kesantunan dalam teks negosiasi karya siswa kelas X SMA Laboratorium UM 2) fungsi kesantunan dalam teks negosiasi karya siswa kelas X SMA Laboratorium UM dan 3) konteks penggunaan kesantunan dalam teks negosiasi karya siswa kelas X SMA Laboratorium UM. Penelitian ini menggunakan data berupa kalimat tuturan yang disampaikan oleh penutur dan mitra tutur dalam proses negosiasi. Data ini diambil melalui tuturan yang menunjukkan adanya kesantunan. Alasan pemilihan data ini karena kesantunan dapat diketahui melalui penggunaan bahasa yang disampaikan dalam suatu tuturan. Pemilihan teks negosiasi dipilih karena memuat suatu konteks permasalahan yang perlu adanya kesepakatan bersama sehingga akan menunjukkan isi berupa tuturan pendapat pihak yang terlibat dan menyelesaikan dengan persetujuan bersama yang perlu memperhatikan suatu kesantunan. Hasil perolehan data telah memuat penggunaan prinsip kesantunan fungsi kesantunan dan konteks penggunaan kesantunan. Penggunaan prinsip kesantunan terdapat enam maksim dengan masing-masing kategori yakni maksim kearifan maksim kedermawanan maksim pujian maksim kerendahan hati maksim kesepakatan dan maksim simpati. Selanjutnya perolehan data fungsi kesantunan dengan masing-masing kategori yakni fungsi asertif direktif komisif ekspresif dan deklarasi. Terakhir perolehan data konteks penggunaan kesantunan berdasarkan isi pembahasan negosiasi yang pertama negosiasi harga negosiasi rencana kegiatan negosiasi tugas negosiasi uang jajan dan negosiasi izin. Kesimpulan dari penelitian ini penggunaan prinsip kesantunan yang memuat adanya enam maksim diperoleh maksim yang mendominasi adalah maksim kearifan (34 76%) dan penggunaan maksim terendah adalah maksim kerendahan hati (2 38%). Dari lima fungsi kesantunan perolehan data menunjukkan fungsi ekspresif (36 77%) mendominasi dan fungsi deklarasi (8 38%) terendah. Konteks penggunaan kesantunan telah memuat lima isi pembahasan perolehan data isi menunjukkan negosiasi rencana kegiatan (32 28%) mendominasi dan negosiasi uang jajan (1 5%) terendah.