Skripsi
Manajemen pembelajaran program 3 in 1 plus (studi kasus di MA Ma’arif Udanawu Kabupaten Blitar) / Putri Nur Azizah
Abstrak
Penyelenggaraan suatu program baru merupakan salah satu alternatif lembaga MA Ma rsquo arif Udanawu dalam meningkatkan sikap maupun pengetahuan peserta didik program tersebut biasa disebut dengan program 3 in 1 plus terdiri dari 3 program yaitu keterampilan excellent dan religious sedangkan makna plus yaitu peserta didik sudah mendapatkan penguatan agama yang jauh lebih banyak dari sekolah lain serta mendapatkan sertifikasi berupa sertifikat magang yang nantinya dapat digunakan dalam melamar kerja. MA Ma rsquo arif Udanawu pasti memiliki strategi tersendiri dalam proses manajemen baik merancang melaksanakan serta mengevaluasi program 3 in 1 plus tersebut yang tersusun dengan kesepakatan semua pihak internal lembaga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) Program ldquo 3 in 1 plus rdquo di MA Ma rsquo arif Udanawu Kab. Blitar (2) Perencanaan dalam pembelajaran program ldquo 3 in 1 plus rdquo (3) Pelaksanaan dalam pembelajaran program ldquo 3 in 1 plus rdquo (4) Evaluasi terhadap program pembelajaran ldquo 3 in 1 plus rdquo (5) Hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran program ldquo 3 in 1 plus rdquo yang dilakukan melalui dua tahapan yaitu pembelajaran teori dan praktik (6) Faktor pendukung dalam pembelajaran program ldquo 3 in 1 plus rdquo (7) Upaya optimalisasi pembelajaran program ldquo 3 in 1 plus rdquo yang digunakan lembaga dari berbagai aspek (8) Faktor penghambat dalam pembelajaran program ldquo 3 in 1 plus rdquo serta mengetahui solusi yang digunakan lembaga (9) Upaya lembaga dalam meminimalisir adanya faktor penghambat dalam pembelajaran program ldquo 3 in 1 plus rdquo di MA Ma rsquo arif Udanawu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang membahas secara rinci sebuah fenomena yang terjadi secara mendalam sehingga menghasilkan penelitian yang kaya akan data dengan pembahasan yang mendalam. Fenomena yang terkait mengenai manajemen pembelajaran program 3 in 1 plus sebagai madrasah unggulan di MA Ma rsquo arif Udanawu. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut (1) Program 3 in 1 plus merupakan salah satu program yang dimiliki oleh lembaga MA Ma rsquo arif Udanawu latar belakang adanya program ini adalah menjawab harapan masyarakat mengenai kebutuhan akan masa depan anaknya. Program ini berupa 3 poin utama yaitu keterampilan pengetahuan dan ibadah yang dirangkum menjadi 3 in sedangkan 1 plus nya berupa sertifikasi kompetensi yang setara dengan SMK dan penguatan ilmu agama yang lebih daripada lembaga lain sasaran utama terletak pada peningkatan sikap dan pengetahuan peserta didik (2) Proses perencanaan dalam penyelenggaraan program dimulai dari penyampaian data evaluasi setiap kegiatan yang nantinya akan dimusyawarahkan untuk pengambilan keputusan dalam perumusan rencana kerja riil setelah semua tersusun rencana tersebut akan dimasukkan kedalam perencanaan RKAS pihak yang terlibat sebagai perencana yaitu seluruh pihak yayasan ma rsquo arif kepala madrasah jajaran waka kepala TU koordinator program guru dan staf lembaga. Proses perencanaan ini juga mewajibkan setiap program memiliki rencana program kegiatan selama tahunan sama halnya perancangan RKAS (3) Proses pelaksanaan pembelajaran program 3 in 1 plus sudah termasuk ke dalam intrakurikuler yang dilaksanakan setiap hari sesuai jadwal selain itu juga adanya penerapan class moving dalam pelaksanaannya lembaga juga berkolaborasi selain dengan guru kolaborasi tercipta dengan pihak eksternal sebagai mitra lembaga (4) Proses evaluasi dilaksanakan dengan menilai peserta didik melalui tes dan magang evaluasi input dan output dan evaluasi dengan eksternal (5) Mekanisme penilaian berupa uji kompetensi tes tulis dan praktek serta penilaian sikap dan kepribadian (6) Faktor penghambat berasal dari peserta didik dan keterbatasan sarana dan prasarana sedangkan faktor pendukung berasal dari internal lembaga dan eksternal (7) Rapat koordinasi dan umpan balik menjadi salah satu upaya dalam optimalisasi program sedangkan dalam meminimalisir lembaga lebih memprioritaskan pada penyediaan layanan peserta didik dan pengelolaan umpan balik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan beberapa saran yang dapat digunakan bagi pihak terkait (1) Bagi kepala sekolah kepala sekolah mengoptimalkan dalam pengambilan keputusan yang sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan (2) Bagi waka kurikulum setiap perumusan perencanaan evaluasi perlu adanya format tulisan agar mudah dalam melakukan penyampaian sebagai dasar penyelenggaraan program (3) Bagi guru senantiasa melaksanakan tanggung jawab yang telah diberikan dengan memperhatikan kebutuhan yang ada (4) Bagi peserta didik agar terus mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki sesuai dengan apa yang telah diimpikan (5) Bagi peneliti selanjutnya menindaklanjuti penelitian dengan mengkaji lebih dalam terkait format evaluasi dan juga sistem yang digunakan dalam menyelenggarakan program.