Disertasi
Defragmentasi struktur berpikir siswa gaya kognitif reflektif-impulsif dalam pemecahan masalah trigonometri / Ervin Guswanto
Abstrak
Kemampuan pemecahan masalah yang baik merupakan modal dasar yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Masalah merupakan situasi yang membutuhkan penyelesaian dengan menggunakan konsep atau prosedur non rutin. Salah satu materi yang diperoleh siswa pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah materi trigonometri. Materi ini dianggap sulit bagi siswa hal ini disebabkan materi trigonometri yang identik dengan rumus pengukuran dan konsep trigonometri yang begitu kompleks. Kesulitan siswa yang sering ditemukan yaitu ketika menentukan prosedur penyelesaian terhadap permasalahan yang dihadapi hal ini berdampak pada penyelesaian yang tidak tepat. Kesulitan siswa juga terlihat ketika mencoba mematematisasi permasalahan kedalam bentuk matematika. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman konsep pada materi trigonometri sehingga berdampak terhadap pemecahan masalah yang tidak tepat. Hasil studi pendahuluan terlihat perbedaan kemampuan pemecahan masalah tiap siswa dipengaruhi oleh waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan permasalahan hal ini berkaitan erat dengan gaya kognitif. Dilihat dari tempo waktu atau kecepatan dalam pemecahan masalah gaya kognitif dibedakan menjadi dua yaitu gaya kognitif reflektif dan gaya kognitif impulsif. Berdasarkan permasalahan pada studi pendahuluan yang diperoleh maka perlu adanya tindak lanjut guna meningkatkan pemahaman konsep dalam upaya pemecahan masaalah khususnya pada materi trigonometri upaya yang dapat dilakukan salah satunya yaitu dengan menata kembali struktur berpikir dalam hal ini disebut defragmentasi. Defragmentasi bertujuan untuk menata struktur berpikir yang tidak efektif sehingga sesuai dengan struktur masalah yang dihadapi. Pada penelitian ini terdapat tiga langkah yang dilakukan selama defragmentasi yaitu dengan memberikan treatment berupa conflict cognitive disequilibrasi dan scaffolding. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan defragmentasi struktur berpikir siswa gaya kognitif reflektif-impulsif dalam pemecahan masalah trigonometri. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu mendeskripsikan karakteristik fenomena yang diteliti berupa defragmentasi struktur berpikir dalam pemecahan masalah trigonometri. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa gaya kognitif reflektif dan 2 siswa gaya kognitif impulsif yang diambil berdasarkan waktu dalam menyelesaikan permasalahan. Instrumen penelitian ini meliputi peneliti sebagai instrumen utama dan instrumen pendukung yang meliputi angket Matching Familiar Figure Test (MFFT) dan soal tes trigonometri. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan cara (1) mereduksi data (2) menyajikan data dan (3) menarik Kesimpulan. Kesalahan siswa reflektif terdapat pada tahap menganalogikan antara konsep yang dipilih dengan permasalahan yang dihadapi. Defragmentasi struktur berpikir siswa reflektif pada tahap menganalogikan konsep dapat diperbaiki dengan memberikan treatment berupa disequilibrasi konflik kognitif dan scaffolding. Sedangkan pada siswa impulsif terdapat kesalahan seluruh tahapan yang meliputi pemahaman soal perencanaan strategi dan penarikan kesimpulan. Proses defragmentasi struktur berpikir siswa impulsif pada tahap memahami soal dapat diperbaiki melalui disequilibrasi kesalahan siswa pada tahap merencanakan strategi penyelesaian diperbaiki melalui disequilibrasi konflik kognitif dan scaffolding. Siswa gaya kognitif reflektif diberikan semi defragmentasi karena mudah untuk merefleksi kesalahan yang dilakukan sedangkan siswa gaya kognitif impulsif diberikan defragmentasi lanjut atau bertingkat hingga struktur berpikirnya efektif. Berdasarkan permasalahan dari hasil studi penelitian yang diperoleh terkait dengan defragmentasi struktur berpikir pada siswa reflektif dan impulsif diketahui bahwa pemahaman konsep trigonometri masih belum baik sehingga perlu tindak lanjut untuk memperbaiki pemahaman konsep supaya berdampak pada pemecahan masalah yang baik.