Skripsi
Problematika impelemntasi gerakan literasi sekolah di SDN Kauman 1 dan solusi pemecahanya / Fieta Aprilia
Abstrak
RINGKASAN Aprilia Fieta. 2025. Problematika Implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SDN Kauman 1 dan Solusi Pemecahannya. Skripsi Departemen Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Prof. Dr. Sa dun Akbar M.Pd. (II) Khusnul Khotimah S.Pd. M.Pd. Kata Kunci problematika implementasi literasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah usaha yang dilakukan secara menyeluruh untuk membuat sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang mempunyai literat sepanjang hayat dengan melibatkan publik (Utama Faizah et al. 2016). Program ini membuat siswa memiliki pembiasaan dalam kemampuan memahami informasi yang membuat mereka dapat bersaing secara global. Pada implementasinya program ini memiliki 3 tahapan dalam pelaksanaannya yaitu tahap pembiasaan pelaksanaan dan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Gerakan Literasi Sekolah pada SDN Kauman 1 Kota Malang problem yang dialami dan solusi yang diberikan. Saat menerapkan suatu program atau kebijakan pasti terdapat kendala yang dialami. Penelitian ini berfokus pada problem agar dapat memberikan rekomendasi berharga bagi sekolah lain yang ingin meningkatkan efektivitas program GLS Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan triangulasi sebagai uji keabsahan data. Data atau sumber primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data observasi arsip dokumen dan wawancara dengan kepala sekolah siswa pustakawan juga guru kelas II IV dan VI. Pada penerapannya SDN Kauman 1 mempunyai program yang tidak dimiliki sekolah lain yaitu conversation dan pacalathon. Fasilitas perpustakaan pada SD in sudah sangat terbukti dengan akreditasi perpustakaannya yang sudah mencapai nilai A. SD ini juga melibatkan publik seperti orang tua siswa alumni dan elemen masyarakat lain seperti perpustakaan keliling. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu pelaksanaan GLS pada SDN Kauman 1 sudah memasuki tahap pembelajaran. Pada pelaksanaannya masih terdapat beberapa indikator yang belum sesuai dengan buku panduan GLS. Contohnya seperti pada tidak adanya evaluasi lebih lanjut setelah kegiatan literasi dan sekolah yang belum memiliki taman literasi. Hal ini berdampak pada belum munculnya ketertarikan siswa dalam hal membaca yang mengakibatkan belum terciptanya budaya membaca. Kendala-kendala yang ditemukan sebaiknya menjadi titik awal dalam proses evaluasi sekolah untuk mengembangkan kegiatan GLS menjadi lebih baik lagi. Dengan perbaikan GLS ke arah yang lebih baik lagi akan melahirkan siswa yang pembelajar sepanjang hayat.