Disertasi
Komunikasi guru matematika pada pembelajaran materi perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku ditinjau dari pengalaman mengajar / Dewi Kristika Findia Ning Tyas
Abstrak
Komunikasi guru matematika adalah suatu proses berbagi atau memperjelas informasi pikiran/ide pesan dan interaksi secara lisan dan tulis dari guru ke siswa pada pembelajaran matematika. Komunikasi guru matematika akan dikaji berdasarkan aspek kecerahan ketegasan daya tanggap relevansi komunikasi dan manipulasi gaya presentasi. Komunikasi guru dalam menyampaikan materi mengatur proses pengajaran dan mengontrol siswa selama di kelas salah satunya dipengaruhi oleh lamanya pengalaman mengajar guru. Pengalaman mengajar guru dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu pemula (0 le GP le 5 tahun) menengah (5 lt GM le 10 tahun) dan senior (GS gt 10 tahun). Pengalaman mengajar tersebut memberikan karakteristik pembelajaran yang khas. Berdasarkan hal tersebut peneliti berasumsi bahwa guru komunikasi pemula menengah dan senior tentu memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam hal komunikasi. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik komunikasi guru matematika dalam pembelajaran materi perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku yang ditinjau dari pengalaman mengajar. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan komunikasi guru dalam pembelajaran matematika pada materi perbandingan trigonometri di segitiga siku-siku. Data yang dikumpulkan berupa guru komunikasi matematika dalam bentuk kata-kata dan gambar. Data tersebut disajikan sesuai dengan fakta dan fenomena yang terjadi di lapangan. Penelitian ini dilakukan di 3 SMK yang berada di salah satu kabupaten di Provinsi Papua yang terdiri atas 2 SMK Negeri dan 1 SMK Swasta. Dari sekolah ketiga tersebut diperoleh 6 calon subjek penelitian yang terdiri atas 2 guru pemula 1 guru menengah dan 3 guru senior. Dari masing-masing kelompok berdasarkan pengalaman mengajar tersebut dipilih 1 orang guru sebagai subjek penelitian. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dalam penelitian ini. Instrumen pendukung yang digunakan meliputi lembar observasi dan pedoman wawancara. Proses pembelajaran direkam sebagai dasar untuk menangkap detail pembelajaran khususnya terkait komunikasi guru dalam pembelajaran matematika. Pedoman wawancara yang digunakan adalah pedoman wawancara yang tidak terstruktur di mana pertanyaan disesuaikan dengan jawaban yang diberikan oleh subjek penelitian serta temuan yang diperoleh di lapangan. Karakteristik komunikasi guru pemula dalam aspek kejelasan disampaikan melalui penyampaian materi baru secara bertahap. Guru pemula menggunakan berbagai contoh menjelaskan elemen penting dari suatu keterampilan atau tugas kepada siswa serta memeriksa pemahaman siswa secara berkala. Konten yang disampaikan sudah benar dan memiliki kesinambungan dalam penjelasan (bertahap). Penjelasan yang diberikan singkat dan jelas. Penulisan simbol juga sudah tepat dan konsisten. Dalam aspek ketegasan guru mulai berpura-pura adil memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk bertanya atau menyampaikan ide/gagasan serta menjawab setiap pertanyaan siswa. Guru juga mampu mempertahankan kontrol kelas yang baik sehingga suasana kelas tetap kondusif. Dalam aspek daya tanggap guru pemula menunjukkan reaksi positif terhadap kebutuhan siswa. Guru tanggap apabila siswa tidak memahami materi atau melakukan kesalahan serta bersedia mendengarkan saat siswa bertanya atau menyampaikan ide/gagasan (responsif). Dalam aspek relevansi komunikasi guru pemula menggunakan contoh dan pengalaman siswa sudah sesuai dengan konteks pembelajaran. Guru juga telah menyampaikan manfaat dan keterkaitan materi perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku dengan kehidupan sehari-hari secara relevan dan jelas (relevan). Dalam hal manipulasi gaya dan strategi presentasi guru pemula menunjukkan kemampuan yang sangat baik dan kreatif. Guru menggunakan alat peraga dan Lembar Kegiatan Kerja (LKK) untuk mendukung proses pembelajaran. Karakteristik guru komunikasi menengah dalam aspek kejelasan guru mampu memperkenalkan materi baru secara bertahap. Guru menggunakan berbagai contoh menjelaskan kepada siswa tentang elemen-elemen penting dari suatu keterampilan atau tugas serta memeriksa pemahaman siswa. Konten yang disampaikan sudah benar dan disampaikan secara berkesinambungan (bertahap). Penjelasan diberikan secara singkat dan jelas. Penulisan simbol juga dilakukan dengan benar dan konsisten. Dalam hal ketegasan guru berpose adil dan memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk bertanya atau menyampaikan ide/gagasan. Guru menjawab setiap pertanyaan siswa dengan baik (responsif). Namun guru kurang mampu mempertahankan kontrol yang tepat di kelas sehingga suasana kelas menjadi kurang kondusif. Pada aspek daya tanggap reaksi guru terhadap kebutuhan siswa tergolong sangat baik. Guru tanggap terhadap ketidakpahaman atau kesalahan yang dilakukan siswa serta bersedia mendengarkan saat siswa bertanya atau menyampaikan ide/gagasan. Dalam aspek relevansi komunikasi guru menengah menggunakan contoh dan pengalaman siswa sudah sesuai namun guru tidak menyampaikan manfaat atau keterkaitan materi perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku dengan kehidupan sehari-hari sehingga terkesan kurang relevan. Dalam hal gaya manipulasi dan presentasi strategi guru menunjukkan kemampuan yang baik namun kurang kreatif karena masih menerapkan pembelajaran secara klasikal. Karakteristik komunikasi guru senior dalam aspek kejelasan menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai contoh menjelaskan kepada siswa mengenai unsur-unsur penting dari suatu keterampilan atau tugas serta memeriksa pemahaman siswa. Konten yang disampaikan sudah benar dan penjelasan yang diberikan secara singkat dan jelas. Namun guru tidak memperkenalkan materi baru secara bertahap dan tidak mempertahankan kesinambungan dalam memberikan materi. Guru senior menyampaikan materi perenungan yaitu Teorema Pythagoras saat memberikan contoh bukan di awal pembelajaran. Penulisan simbol sudah benar namun urutan penamaan segitiga siku-siku tidak konsisten dan tidak disampaikan secara bertahap. Dalam aspek ketegasan guru menciptakan keadilan dan memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk bertanya atau menyampaikan ide/gagasan. Guru juga menjawab setiap pertanyaan siswa namun kurang mampu mempertahankan kontrol kelas secara optimal sehingga suasana kelas menjadi kurang kondusif. Dari segi daya tanggap reaksi positif guru terhadap kebutuhan siswa tergolong sangat baik. Guru tanggap apabila siswa tidak memahami materi atau melakukan kesalahan serta bersedia mendengarkan saat siswa bertanya atau menyampaikan ide/gagasan (bersifat responsif). Dalam aspek relevansi komunikasi guru senior menggunakan contoh dan pengalaman siswa sudah sesuai tetapi guru tidak menjelaskan manfaat atau keterkaitan materi perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku dalam kehidupan sehari-hari. Guru hanya menyampaikan manfaat mempelajari materi secara umum yang kurang relevan dengan konteks kehidupan nyata. Dalam aspek gaya manipulasi dan strategi presentasi guru representasi tergolong baik namun kurang kreatif karena masih bersifat klasikal. Dari kelima aspek yang dibandingkan perbedaan guru ketiga terletak pada aspek kejelasan daya tanggap relevansi komunikasi dan gaya presentasi. Berdasarkan hal tersebut guru komunikasi pemula diumumkan sebagai komunikasi yang bertahap responsif relevan dan kreatif. Guru menengah dianggap sebagai komunikator yang bertahap responsif kurang relevan dan kurang kreatif. Sementara itu guru senior dinyatakan sebagai komunikator yang tidak bertahap responsif kurang relevan tetapi kreatif.