Skripsi
Evaluasi kebijakan link and match dengan dudika pada kompetensi keahlian teknik pemesinan dengan model ciro di SMKS PGRI 3 malang sebagai SMK Pusat Keunggulan / Lita Mubasyirina Ramzi
Abstrak
SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) merupakan kegiatan yang mencakup sistematika pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu melalui kemitraan dengan penyelarasan Dunia Usaha Dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDIKA) dan peningkatan kualitas kinerja sehingga memenuhi kebutuhan dunia kerja. Kompetensi keahlian Teknik Pemesinan SMKS PGRI 3 Malang sudah menjadi SMK PK sejak tahun 2021 dan telah link and match dengan DUDIKA lebih dari 300 perusahaan. Namun dalam penerapannya SMK PK di SMKS PGRI 3 Malang tingkat keterserapan lulusan di DUDIKA mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir yaitu 70 3% pada tahun 2022 68 7% pada tahun 2023 dan 44 6% pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan jenis evaluasi program dengan model CIRO dan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi angket wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini yaitu Kepala dan Staff Bursa Kerja sama Industri (BKI) Wakil Kepala Sekolah Kepala dan Guru Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan SMKS PGRI 3 Malang serta Manajer Operasional CV. Bumi Buana Citra dan Direktur CV. Inti Karya Tehnik. Adapun analisis data menggunakan metode Gioia yang divisualisasikan menggunakan software NVivo 15. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa context kebijakan ini telah memiliki tujuan yang jelas dan terarah untuk meningkatkan kesiapan dan keterserapan kerja lulusan kolaborasi serta dukungan fasilitas dan infrastruktur. Input kebijakan ini telah dilakukan secara sistematis dan terarah dengan berpedoman pada 8 I link and match untuk meningkatkan relevansi antara dunia pendidikan dan DUDIKA walaupun masih terdapat tantangan dalam pengembang SDM berbasis teknologi. Reaction dari kedua belah pihak terhadap kebijakan ini yaitu cukup puas meskipun terdapat tantangan dalam beberapa aspek soft skill kendala faktor eksternal dalam keterserapan lulusan dan kurangnya dukungan DUDIKA dan pemerintah. Outcome yang dihasilkan dari kebijakan ini yaitu memberikan dampak yang cukup signifikan dalam keterserapan lulusan keterampilan lulusan dan peserta didik yang telah relevan serta harapan jangka panjang yang membangun dalam hal kecepatan customize kebutuhan mesin dan pembelajaran otomasi.