Skripsi
Eksplorasi motivational construct mahasiswa pendidikan fisika: analisis self-efficacy, interest, physics identity, sense of belonging, dan peer interaction berdasarkan angkatan dan gender / Anggraeni Dawama Azis
Abstrak
Minat siswa terhadap fisika sebagai program studi di pendidikan tinggi mengalami penurunan signifikan. Banyak perguruan tinggi negeri melaporkan fisika sebagai program studi dengan peminat terendah. Rendahnya minat ini berkaitan dengan kurangnya kepercayaan diri siswa dalam memahami konsep fisika dan masalah dalam pembentukan keyakinan internal mereka. Berbagai keyakinan terhadap sains seperti self-efficacy interest physics identity sense of belonging perceived recognition dan peer interaction diakui berperan penting dalam pendidikan fisika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivational construct mahasiswa pendidikan fisika berdasarkan angkatan dan gender. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain sequential explanatory mengumpulkan data kuantitatif dari 158 mahasiswa pendidikan fisika angkatan 2023 dan 2024 melalui survei yang telah divalidasi serta data kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa perceived recognition dari dosen dan teman sebaya merupakan prediktor utama physics identity menggantikan peran minat yang dominan hanya pada mahasiswa tahun pertama. Selain itu peer interaction dan sense of belonging berperan dalam meningkatkan self-efficacy terutama pada mahasiswa perempuan yang lebih bergantung pada dukungan sosial dalam membangun kepercayaan diri akademik mereka. Berbeda dengan studi di negara Barat di Indonesia faktor sosial seperti peer interaction dan sense of belonging lebih berpengaruh pada perempuan tanpa kesenjangan gender dalam self-efficacy atau physics identity. Temuan mengindikasikan bahwa pembentukan physics identity lebih dipengaruhi faktor eksternal (perceived recognition) daripada keyakinan internal (self-efficacy). Implikasinya institusi pendidikan perlu mengembangkan strategi kolaboratif dan mentoring untuk memperkuat pengakuan akademik serta menciptakan lingkungan inklusif guna meningkatkan minat dan identitas mahasiswa dalam bidang fisika.