UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Peran workplace spirituality, psychological contract breach, emotional exhaustion terhadap deviant behavior at work dan innovative work behavior di mediasi knowledge sharing, dimoderasi agreeableness pada pekerja UMKM batik / Elfia Nora

Nora, Elfia - Nama Orang;

Abstrak
Masalah perilaku pekerja menjadi isu terkini yang perlu mendapat perhatian serius didunia kerja khususnya terkait perilaku menyimpang atau deviant behavior at Work danpengembangan Innovative work behavior. Deviant behavior at work merupakan perilakusukarela pekerja yang akan dapat merugikan orang lain maupun organisasi. Masalah perilakuini juga akan terjadi pada Pekerja UMKM khususnya UMKM Batik Tulis. Karena pekerjadalam mengerjakan produksi Batik harus focus melakukan pekerjaan tidak sambil bergosip tidak melontarkan kata-kata bercanda yang menyalahi norma tidak melakukan kecurangansehingga menghasilkan Batik yang berkualitas dan bernilai tinggi. Sebagai asset dalamorganisasi pekerja UMKM Batik juga perlu diberi kesempatan untuk mengembangkanInnovative work behavior supaya merasakan sebagai bagian yang dibutuhkan dalamsuistainable usaha Batik ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana peranWorkplace Spirituality Psychological Contract Breach Emotional Exhaustion DeviantBehavior at Work dan Innovative work Behavior di Mediasi Knowledge Sharing dimoderasiAgreeableness dengan subjek Pekerja UMKM Batik.Populasi penelitian ini adalah pekerja pada UMKM Batik yang dikhususkan disini adalahBatik tulis karena terkait variabel Deviant behavior at work dan Innovative work behavior yangsesuai jika diterapkan pada pekerja batik tulis khususnya pekerja bagian produksi yang beradapada kota atau kabupaten di Provinsi Jawa Timur berjumlah sebanyak 518 orang hasil hitunganmenggunakan sample size calculator diperoleh hasil sampel berjumlah 221 sampel tehniksampling yang digunakan adalah Multistage random sampling kombinasi antara clustersampling dan Proportional random sampling. Tehnik analisis data yang digunakan analisisdeskriptif dan analisis structural equation model (SEM) ndash Partial least square (PLS).Penelitian ini memperoleh hasil yaitu Workplace spirituality berpengaruh positif dansignifikan terhadap Innovative work behavior pada pekerja UMKM Batik tulis di Jawa Timur Psychological Contract Breach berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Innovative workbehavior pada pekerja. Emotional Exhaustion berpengaruh negatif dan siginifikan terhadapInnovative work behavior pada pekerja Knowledge sharing berpengaruh positif dan signifikanterhadap innovative work behavior pada pekerja. Knowledge sharing berpengaruh negatif dansignifikan terhadap Deviant behavior at work pada pekerja workplace spirituality berpengaruhnegatif dan signifikan terhadap deviant behavior at work pada pekerja psychological contractbreach berpengaruh positif dan signifikan terhadap deviant behavior at work pada pekerja Workplace spirituality berpengaruh positif dan signifikan terhadap knowledge sharing padapekerja emotional exhaustion berpengaruh pengaruh negatif dan signifikan terhadapknowledge sharing pada pekerja emotional exhaustion berpengaruh positif dan signifikanterhadap deviant behavior at work pada pekerja workplace spirituality tidak mempengaruhiinnovative work behavior melalui knowledge sharing emotional exhaustion tidakmempengaruhi Innovative work behavior melalui knowledge sharing workplace spiritualitytidak mempengaruhi deviant behavior at work melalui knowledge sharing emotionalviiexhaustion mempengaruhi deviant behavior at work melalui knowledge sharing pada pekerja Agreeableness berpengaruh terhadap Deviant behavior at work pada pekerja UMKM Batiktulis di Jawa Timur agreeableness memoderasi antara knowledge sharing dengan deviantbehavior at work Pada pekerja.Workplace spirituality tidak mempengaruhi Innovative work behavior melalui knowledgesharing emotional exhaustion tidak mempengaruhi innovative work behavior melaluiknowledge sharing workplace spirituality tidak mempengaruhi deviant behavior at workmelalui knowledge sharing. Hal ini berarti knowledge sharing tidak menjadi mediatorworkplace spirituality terhadap innovative work behavior emotional exhaustion terhadapinnovative work behavior dan workplace spirituality terhadap deviant behavior at work. Salahsatu faktor penyebab dari knowledge sharing tidak menjadi mediator dimungkinkan karenabudaya nilai dan karakteristik responden yaitu pekerja UMKM Batik Tulis Jawa Timur yangdalam berkomunikasi lebih banyak secara langsung atau to the point ke pokok pembahasanyang mereka rasakan dan tidak banyak berbasa basi. Sehingga apa yang mereka sampaikanatau informasikan kepada teman kerja sejatinya adalah knowledge sharing yang merekalakukan namun tidak disadari oleh pekerja dan mereka menyatakan bahwa tidak melakukanhal-hal yang termasuk dalam indikator knowledge sharing.Implikasi praktis dari hasil penelitian ini yaitu Pengusaha UMKM Batik perlumemberikan Batasan dan aturan mengenai perilaku yang akan mengarah ke produktivitaspekerja dan UMKM baik secara lisan ataupun tertulis. Alat-alat yang digunakan dalamproduksi Batik menurut hasil penelitian belum menggunakan teknologi yang canggih.Mungkin bisa menjadi pertimbangan UMKM untuk mengkolaborasikan peralatan tradisionaldan High-tech dengan tidak meninggalkan tema dasar Batik yang dibuat dengan tangan misalya dalam pembuatan warna untuk mencanting atau dalam mendesain Batik untukefektivitas produksi dan menambah inovasi. Implikasi teoritis dari hasil penelitian ini adalahhasil penelitian ini mendukung Social exchange Theory pekerja UMKM tidak merasakanbahwa hal negative dari beberapa deviant behavior at work yang berkaitan dengan interaksiyang berlebihan dengan teman kerja itu merupakan hal yang negative karena merekamerasakan kenyamanan dan adanya kesenangan dengan imbalan suasana yang tercipta danberimbas pada perilaku kerja mereka yang positif. Deviant behavior at work merujuk padaperilaku yang melanggar norma-norma organisasi atau moral seperti kecurangan sabotase atau pemalasan. Dalam kerangka COR perilaku penyimpangan dapat dipahami sebagai upayaindividu untuk mengatasi kekurangan sumber daya yang dirasakan baik itu sumber dayamaterial (seperti gaji yang tidak mencukupi) atau sumber daya psikologis (seperti rasa keadilanyang terganggu). Ketika individu merasa bahwa sumber daya yang mereka miliki terancam mereka mungkin cenderung melakukan perilaku penyimpangan sebagai upaya untukmelindungi atau memperoleh kembali sumber daya yang hilang atau terancam. Temuan inidapat memperkaya konsep empiris dalam bidang ilmu manajemen sumber daya manusia.


Informasi Detail
DDC
Rd 338.642 NOR p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Ilmu Manajemen, 2024.
Deskripsi Fisik
xviii, 169 lembar. : ilus. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00106/RD/25
Edisi
Disertasi (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2024
Subjek
1. USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH - PERILAKU KERJA
2. MICRO, SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES - WORK BEHAVIOR

Pembimbing
1. Prof. Dr. Ery Tri Djatmika Rudijanto Wahju Wardhana, M.a., M.si; 2. Dr. Sopiah, M.pd, M.m.; 3. Prof. Dr. Heri Pratikto, M.si
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik