Skripsi
Perbandingan kemampuan berpikir kritis kritis karena penerapan pendekatan inkuiri dan pendekatan tpack dalam mata pelajaran dasar program keahlian pada siswa kelas X program keahlian RPL di SMKN 12 Malang / Naufal Albion Zhafran Sentanu
Abstrak
Guru sudah menerapkan pendekatan pembelajaran dengan pendekatan TPACK namun siswa cenderung masih belum bisa memahami materi yang disampaikan. Pada saat siswa diberikan permasalahan atau tugas siswa cenderung belum bisa menganalisis apa yang diperintahkan. Mereka ingin langsung mencoba tanpa tahu harus melakukan apa terlebih dahulu. Pada saat terjadi kesalahan dalam pengerjaan siswa cenderung langsung bertanya kepada teman atau guru tanpa mereka menganalisis letak kesalahannya dimana. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui (1) bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa karena penerapan pendekatan inkuiri (2) bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa karena penerapan pendekatan TPACK (3) bagaimana perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa karena pendekatan inkuiri dan TPACK Penelitian ini menggunakan paradigma nonequivalent control group design dalam bentuk eksperimen semu. Siswa kelas X RPL SMK Negeri 12 Malang menjadi populasi dalam penelitian ini. Pendekatan Inquiry digunakan untuk memperlakukan kelas eksperimen dan pendekatan TPACK digunakan untuk memperlakukan kelas kontrol. Alat penilaian terdiri dari soal pilihan ganda dan esai serta penanda kemampuan berpikir kritis sedangkan alat penelitian berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari modul buku kerja dan materi pembelajaran. Uji validitas isi validitas empiris reliabilitas tingkat kesukaran butir soal dan daya pembeda soal merupakan beberapa tahapan dalam proses uji coba instrumen. Uji prasyarat analisis analisis deskriptif dan pengujian hipotesis digunakan dalam metode analisis data. Menurut temuan penelitian (1) kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan inkuiri mendapat nilai lebih tinggi pada post-test daripada pre-test. Menurut temuan uji N-Gain peningkatan kelas inkuiri mengarah pada peningkatan kategori tinggi sedangkan kelompok kontrol yang menggunakan pendekatan TPACK mendapat skor lebih tinggi pada post-test daripada pre-test. Berdasarkan hasil uji N-Gain kelompok kontrol mengalami peningkatan pada kategori sedang. (3) Perbedaan antara kedua metode ditunjukkan oleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0 003 yang kurang dari 0 05. H0 ditolak karena temuan ini menunjukkan bahwa siswa yang belajar menggunakan teknik inkuiri memiliki kemampuan berpikir kritis yang berbeda dengan siswa yang menggunakan pendekatan TPACK. Disimpulkan bahwa penelitian ini menunjukkan (1) kelas eksperimen dengan pendekatan inkuiri mendapatkan nilai lebih baik dari pre-test ke post-test dan juga hasil uji N-Gain menunjukkan peningkatan yang tinggi di kelas eksperiemn (2) kelas kontrol dengan pendekatan TPACK mendapatkan nilai lebih baik dari pre-test ke post-test namun hasil uji N-Gain menunjukkan peningkatan yang sedang di kelas kontrol (3) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa karena penerapan pendekatan inkuiri dan pendekatan TPACK dilihat dari hasil Sig. (2-tailed) dibawah taraf signifikansi sehingga H1 dapat diterima.