Skripsi
Dampak penggunaan lks mata pelajaran sosiologi bagi siswa kelas XI di SMA Islam Al Maarif Singosari / Annisa Nur Cahyaningrum
Abstrak
ABSTRAK Beberapa sekolah masih menggunakan LKS sebagai sumber belajar termasuk SMA Islam Al Maarif Singosari yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Meskipun kebijakan tersebut sudah diterapkan hingga saat ini masih belum tersedia sumber belajar yang digunakan sekolah untuk menggantikan LKS. Hal ini kurang selaras dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pendidikan nomor 96.70/6.96/RHS/WS yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dengan memaksimalkan pemanfaatan platform Merdeka Belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang penggunaan LKS dalam pembelajaran sosiologi di kelas XI mengkaji dampak dari penggunaan LKS sosiologi bagi siswa kelas XI menganalisis tindak lanjut dari guru dan siswa untuk mengatasi dampak penggunaan LKS sosiologi. Penelitian ini menggunakan teori belajar bermakna menurut perspektif David Paul Ausubel. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMA Islam Al Maarif Singosari. Pengambilan informan sebanyak 11 dengan menggunakan purposive sampling yaitu siswa kelas XI guru sosiologi Kepala Sekolah dan Waka Kurikulum. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi non partisipatif wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi. Teknik analisis data John W. Creswell yang akan digunakan yaitu pengumpulan data reduksi data verifikasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LKS dalam pembelajaran sosiologi di kelas XI memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif yang ditemukan antara lain membantu pemahaman materi secara lebih terstruktur meningkatkan kemandirian belajar siswa memberikan motivasi untuk terus belajar serta memudahkan akses belajar tanpa bergantung pada perangkat digital. Dampak negatif seperti kesulitan siswa dalam memahami bahasa yang digunakan dalam LKS dan ketidaksesuaian beberapa siswa dengan pendekatan pembelajaran yang berbasis teori dalam LKS yang lebih menyukai pengalaman langsung atau praktikum.