Skripsi
Impementasi evaluasi akhir pembelajaran berbantuan baamboozle untuk meningkatkan keaktifan dan berpikir kritis siswa kelas x MPLB SMKN 2 Kediri / Annisa Wulandari
Abstrak
Riset ini mengarah pada peningkatan keaktifan dan berpikir kritis peserta didik memanfaatkan implementasi evaluasi akhir pembelajaran berbantuan media Baamboozle. Evaluasi pembelajaran yang tepat mampu memperjelas pemahaman siswa terhadap materi mengembangkan keterampilan analitis serta meningkatkan keterlibatan mereka sepanjang sesi pembelejaran. Metode riset yang diaplikasian ialah Penelitian Tindak Kelas (PTK) melalui dua siklus yang melibatkan 36 peserta didik kelas X MPLB 2 SMKN 2 dengan pendekatan problem based learning. Media ini dipilih karena sesuai dengan karakteristik siswa generasi Z yang cenderung menyukai pembelajaran berbasis visual dan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterlaksanaan aktivitas peserta didik setelah menggunakan media Baamboozle. Keaktifan siswa meningkat dari 60% di siklus I berubah menjadi 74% di siklus II. Skor N-Gain angket keaktifan siswa diperoleh rata-rata skor gain sebesar 0 2161 dan dalam bentuk persentase sebesar 21 61%. Keaktifan siswa meningkat tidak hanya dari segi jumlah partisipasi tetapi juga dalam kualitas interaksi seperti keberanian bertanya kerja sama dan kemampuan menyampaikan pendapat. Kemampuan berpikir kritis meninkat dari 59% saat siklus I berkembang menjadi 87% saat siklus II. Temuan eksperimen Uji N-Gain mengindikasikan bahwa mean berpikir kritis siswa terletak di kategori sedang dengan nilai 0 5616 atau 56 16%. Berdasarkan hasil angket siswa merasa lebih tertantang dan terlibat ketika soal disajikan dalam bentuk permainan kelompok. Evaluasi melalui media ini juga menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa terlihat dari perbaikan dalam menyampaikan alasan logis menganalisis informasi hingga menarik kesimpulan. Namun demikian masih ditemukan kendala teknis dan sosial. Media ini hanya dapat diakses secara daring dan membutuhkan alat bantu seperti proyektor karena keterbatasan perangkat pada siswa. Selain itu pembentukan kelompok diskusi kadang terhambat oleh pola pertemanan yang eksklusif menyebabkan sebagian siswa enggan bekerja sama dengan teman di luar lingkarannya. Meski demikian Baamboozle tetap menjadi alternatif media evaluasi yang relevan efektif dan adaptif terhadap dinamika kelas berbasis teknologi dan generasi masa kini. Penerapan evaluasi akhir pembelajaran berbantuan Baamboozle terbukti lebih efektif dibandingkan metode evaluasi berbasis studi kasus pada siklus I. Media pembelajaran interaktif ini tak sebatas membantu memperdalam presepsi peserta didik mengenai materi akan tetapi menunjang menjadi lebih aktif dalam berpikir kritis dan pemecahan masalah.