Skripsi
Perubahan penyajian jaran sirut dari ketoprak ke reog gembong bawono Kabupaten Lumajang / Sandra Aulian
Abstrak
Penelitian ini menjelaskan tentang perubahan penyajian Jaran Sirut dari Ketoprak ke Reog Gembong Bawono. Keunikan pada kesenian Jaran Sirut terdapat pada penyajiannya yang memuat isu-isu sosial dan isu masa kini yang dibalut melalui lawakan. Kabupaten Lumajang memiliki kesenian khas seperti Jaran Sirut yang berasal dari kesenian Ketoprak dan berperan sebagai simbol transportasi tokoh Arya Penangsang. Namun eksistensinya semakin berkurang dikarenakan pada masa orde baru seluruh aktivitas kesenian diberhentikan dan kini Jaran Sirut hanya muncul dalam kreasi seni pertunjukan pada kelompok Reog Gembong Bawono. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena tentang asal-usul perubahan serta peran Jaran Sirut dalam kesenian Reog Gembong Bawono. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data seperti observasi wawancara dan dokumentasi untuk memahami perubahan penyajian Jaran Sirut dari Ketoprak ke Reog Gembong Bawono. Perubahan penyajian ini dikarenakan berkurangnya minat penonton terhadap sajian yang sudah ada di kesenian Ketoprak. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perubahan bentuk dan peran Jaran Sirut yang mulanya pada kesenian Ketoprak hanya sebagai penggambaran sosok kuda kesayangan Arya Penangsang dan kini penyajian kesenian Jaran Sirut bertransformasi menjadi kreasi sajian yang terdapat pada kelompok Reog Gembong Bawono sebagai pelengkap dagelan atau lawakan serta memberikan wawasan tentang pelestarian seni tradisional di tengah tantangan modernisasi.