Skripsi
Pengaruh motivasi belajar dan penggunaan teknologi pembelajaran terhadap prestasi akademik siswa kelas 11 bidang jaringan komputer pada SMK di Malang / Arif Herfian Zaen Chartiko
Abstrak
Rendahnya prestasi akademik siswa di Indonesia khususnya di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menuntut kesiapan teknologi dan motivasi belajar mandiri menjadi latar belakang penting dari penelitian ini. Dalam upaya menjawab tantangan tersebut penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sejauh mana pengaruh motivasi belajar dan penggunaan teknologi pembelajaran terhadap prestasi akademik siswa kelas XI pada program keahlian Jaringan Komputer di SMK Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto melibatkan 104 responden dari dua SMK Negeri dengan pengumpulan data melalui angket skala Likert dan dokumentasi nilai akademik siswa yang kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik terutama melalui aspek-aspek seperti keinginan berprestasi kemandirian belajar dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Di samping itu penggunaan teknologi pembelajaran yang mencakup pemanfaatan Learning Management System (LMS) aplikasi digital serta fleksibilitas akses materi belajar juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian akademik siswa. Secara simultan kombinasi dari motivasi belajar dan penggunaan teknologi pembelajaran mampu menjelaskan sebesar 82 9% variasi dalam prestasi akademik siswa menandakan adanya hubungan yang kuat dan saling mendukung antara faktor internal dan eksternal tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara motivasi belajar sebagai pendorong internal dan pemanfaatan teknologi sebagai pendukung eksternal dalam meningkatkan prestasi akademik siswa vokasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan pembelajaran yang adaptif terintegrasi dan berbasis teknologi dapat menjadi strategi yang efektif dalam menciptakan iklim belajar yang lebih produktif. Oleh karena itu disarankan agar siswa terus mengembangkan kemandirian dan semangat belajar guru mampu memaksimalkan pemanfaatan teknologi pembelajaran dalam proses mengajar dan pihak sekolah menyediakan dukungan infrastruktur serta pelatihan yang berkelanjutan guna membentuk ekosistem pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan zaman.