Skripsi
Pembentukan identitas fisika di sekolah berbasis pesantren: analisis keterlibatan siswa dalam pembelajaran fisika / Gaurin Rani Masyitha Syahfirra
Abstrak
alah satu faktor penting yang dapat memprediksi kegigihan dan sikap siswa selama pembelajaran adalah identitas fisika siswa. Identitas fisika siswa dapat dilihat dari bagaimana keterlibatannya selama pembelajaran fisika. Sayangnya keterlibatan siswa dalam pelajaran fisika selama ini berada di golongan paling rendah daripada pelajaran sains yang lain. Keterlibatan siswa dipengaruhi oleh faktor internal seperti persepsi dan minat siswa serta faktor eksternal seperti peran guru dan sistem sekolah. Di Indonesia terdapat satu jenis sekolah yang menerapkan nilai keagamaan dalam sistem pendidikannya yaitu sekolah berbasis pesantren. Namun adanya anggapan masyarakat tentang dikotomi ilmu menyebabkan ketidakselarasan pembelajaran ilmu sains dengan ilmu agama. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana keterlibatan siswa dalam pembelajaran fisika di lingkungan pesantren dan juga keterkaitannya dengan pembentukan identitas fisika mereka. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus naratif untuk mengungkap bagaimana keterlibatan siswa di pesantren berdasarkan pengalaman belajar mereka. 10 siswa dan satu guru fisika dipilih sebagai subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan observasi kegiatan pembelajaran fisika wawancara mendalam dengan fokus keterlibatan siswa dokumentasi transkrip nilai serta dilakukan triangulasi sumber dan triangulasi metode untuk memastikan keabsahan data. Penelitian ini menemukan bahwa lingkungan pesantren memperkuat keterlibatan siswa dalam pembelajaran fisika melalui nilai-nilai religius terutama pada keterlibatan emosional. Siswa memandang belajar fisika sebagai bagian dari ibadah karena adanya relevansi fisika dengan kehidupan sehingga menumbuhkan motivasi dan persepsi positif untuk terus belajar. Keterlibatan emosional ini juga berdampak pada aspek kognitif dan perilaku mendorong siswa untuk lebih giat belajar disiplin serta aktif dalam partisipasi dan tugas akademik. Selain itu nilai religius juga membentuk identitas fisika siswa dalam empat dimensi utama kompetensi kinerja pengakuan dan minat. Dengan mengaitkan konsep fisika dengan ajaran Islam siswa mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam meningkatkan kinerja akademik memperoleh pengakuan dari guru dan teman serta mempertahankan minat jangka panjang terhadap fisika. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi nilai religius di pesantren dalam pembelajaran fisika dapat memperkuat keterlibatan siswa serta membentuk identitas fisika yang unik dan bermakna.