Skripsi
Nilai sosial dalam tari siru nanam karya japarudin di sanggar seni batu rea Kabupaten Sumbawa / Risma Suharya
Abstrak
Abstrak Tari Siru Nanam merupakan tari kreasi baru dari Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Tarian ini diciptakan oleh Japarudin tahun 2019 yang memiliki ciri khas gerak energik dan lincah. Tari ini terinspirasi dari tradisi Basiru atau gotong royong yang mencerminkan nilai sosial masyarakat petani Suku Samawa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai sosial dalam Tari Siru Nanam karya Japarudin di Sanggar Seni Batu Rea Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini dirancang dengan metode kualitatiif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Data dalam penelitian ini didapatkan dari lima partisipan terdiri dari pencipta tari tokoh adat/budayawan seniman dan penari. Keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai sosial Tari Siru Nanam terbagi menjadi tiga yaitu nilai material diwujudkan melalui gerak Bajempit syair tentang gotong royong pola lantai horizontal simbol tujuan bersama dan kesetaraan sosial kostum dari katun dan satin tata rias sederhana serta properti dari bambu. Nilai vital diwujudkan melalui gerak Lunte pola lantai zig zag simbol dinamika sosial kostum dan tata rias simbol peran perempuan dalam pertanian dan kehidupan sosial properti Soko anyaman bambu dan Kere Tedung untuk melindungi kepala dan wajah. Nilai religius terbagi menjadi nilai kebenaran diwujudkan melalui simbol gerak Bajempit nilai estetika menunjukkan gerak energik dan lincah menjadi ciri khas nilai moral disimbolkan gerak Sere dan Bajinjit simbol dinamika sosial dan sikap kehati-hatian dalam bekerja dan berprilaku serta syair tentang saling menghargai antarsesama nilai religius dari gerak Tanak Eneng Hujan simbol permohonan pola lantai zig zag simbol keseimbangan dunia dan spiritual.