Skripsi
Kontribusi regulasi diri, dukungan teman sebaya, dan keaktifan berorganisasi terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA / Citra Ayu Rahmaning Widi
Abstrak
Prokrastinasi akademik adalah perilaku maladaptif berupa kecenderungan menunda penyelesaian tugas dengan memilih aktivitas lain yang lebih menarik. Fenomena ini banyak ditemukan di SMA Negeri 1 Tulungagung berdasarkan hasil observasi dan wawancara selama kegiatan Asistensi Mengajar. Faktor internal seperti regulasi diri dan keaktifan berorganisasi serta faktor eksternal berupa dukungan teman sebaya berperan dalam mereduksi perilaku prokrastinasi akademik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kontribusi regulasi diri dukungan teman sebaya dan keaktifan berorganisasi terhadap prokrastinasi akademik secara parsial maupun simultan pada siswa SMA Negeri 1 Tulungagung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis korelasional. Populasi adalah seluruh siswa aktif organisasi sejumlah 155 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling diperoleh 105 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket melalui Google Form yang mengukur skala regulasi diri dukungan teman sebaya keaktifan berorganisasi dan prokrastinasi akademik siswa. Analisis data meliputi statistik deskriptif dan inferensial meliputi uji asumsi klasik (uji normalitas multikolinearitas heteroskedastisitas dan linearitas) serta analisis regresi linier sederhana dan berganda menggunakan SPSS 20 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan regulasi diri berkontribusi negatif signifikan sebesar 44 3% dukungan teman sebaya sebesar 27 6% keaktifan berorganisasi sebesar 24 6%. Secara bersama-sama berkontribusi sebesar 49 3% terhadap prokrastinasi akademik. Artinya semakin baik regulasi diri dukungan teman sebaya dan keaktifan berorganisasi semakin rendah kecenderungan siswa menunda tugas akademik. Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa (1) Regulasi diri berkontribusi negatif signifikan terhadap prokrastinasi akademik. (2) Dukungan teman sebaya berkontribusi negatif signifikan terhadap prokrastinasi akademik. (3) Keaktifan berorganisasi juga berkontribusi negatif signifikan terhadap prokrastinasi akademik. (4) Ketiganya secara bersama-sama berkontribusi dalam menurunkan kecenderungan prokrastinasi akademik. Saran dari hasil penelitian ini guru bimbingan dan konseling dapat mengembangkan layanan untuk mencegah prokrastinasi akademik dengan memperkuat regulasi diri dukungan teman sebaya dan keaktifan berorganisasi. Penelitian selanjutnya disarankan menggali faktor-faktor lain seperti motivasi belajar manajemen waktu serta pola asuh orang tua dan memperluas populasi penelitian sehingga generalisasi hasil penelitian lebih luas.