Tesis
Studi analisis pelaksanaan kegiatan lawatan sejarah MGMP sejarah di Kabupaten Pamekasan / Ainun Novaldi
Abstrak
ABSTRAK Novaldi Ainun. 2023. Studi Analisis Pelaksanaan Kegiatan Lawatan Sejarah MGMP Sebagai Di Kabupaten Pamekasan. Tesis Jurusan Sejarah Prodi Magister Pendidikan Sejarah Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Ari Sapto M.Hum (2) Prof. Dr. Joko Sayono M.Pd. M.Hum Kata Kunci Lawatan sejarah Sumber Belajar Sejarah Sejarah Lokal Belajar sejarah menurut Sartono Kartodirjo berarti belajar dan mengajarkan seseorang untuk menjadi bijaksana terutama berkenaan dengan peristiwa atau kejadian di masalalunya. Berbagai macam model dan metode pembelajaran sejarah telah banyak dibahas dalam jurnal-jurnal akademik hanya saja implementasinya bagi siswa masih mengundang dampak positif dan negatifnya. Permasalahan yang dihadapi dihadapi oleh pengajar dan siswa ketika belajar sejarah ialah berkenaan dengan kebaharuan materi yang dituangkan dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu faktornya ialah kurangnya penggunaan sumber sejarah sebagai sarana belajar. Lawatan sejarah menjadi cara alternatif yang dilakukan oleh MGMP Sejarah Kabupaten pamekasan untuk mengenalkan sejarah terutama berkenaan dengan sejarah local kepada sumbernya langsung. Sehingga berdasarkan permasalahan tersebut maka rumusan yang diangkat dalam penelitian ini ialah Bagaimanakah pandangan guru dan siswa tentang pelaksanaan kegiatan lawatan sejarah MGMP sebagai sumber sejarah lokal di Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data Deskriptif dengan pengambilan data berdasarkan purposive sampling. Data yang diperoleh dalam hal ini menggunakan Teknik wawancara dengan responden dari 6 SMA Negeri dan 3 SMA/MA swasta di Pamekasan yang turut serta mengirimkan delegasi sebagai peserta lawatan. Alasannya ialah peserta tersebut merupakan saksi sekaligus pelaku sejarah. Berdasarkan paparan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pandangan tentang pelaksanaan lawatan antara lain bagi guru kegiatan lawatan yang dilaksanakan oleh MGMP sangat baik akan tetapi kurang dari segi waktu dan narasumber yang kurang menguasai lokasi-lokasi yang dikunjungi. Bagi siswa lawatan menjadi ajang rekreasi yang sekaligus memberikan edukasi terhadap mereka tentang hal-hal yang belum mereka ketahui sebelumnya terutama berkenaan dengan situs sejarah lokal. Sebagai sumber belajar teradapat perbedaan pandangan antara siswa dan guru. Kebanyakan guru menganggap bahwa hasil dari kegiatan lawatan tersebut tidak dapat sepenuhnya dijadikan sumber belajar dikarenakan kurang validnya informasi yang diterima sehingga kebenaran sejarah masih diragukan. Sementara menurut siswa sangat bermanfaat untuk sumber belajar mereka dikarenakan mendapatkan informasi sekaligus melihat secara langsung objek yang diceritakan disamping itu output yang dihasilkan dapat menjadi sarana kreativitas siswa berbentuk video vlog cinematic.