Skripsi
Hubungan antara sikap belajar dengan hasil belajar dasar-dasar keahlian siswa kelas X Jurusan Teknik Otomotif SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi / Afryansha Altawirando Putra
Abstrak
Sikap belajar menjadi salah satu faktor internal yang penting dalam memengaruhi hasil belajar. Keberhasilan kegiatan pembelajaran dapat diukur melalui hasil yang dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran sikap belajar siswa kelas X Teknik Otomotif SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi dan gambaran hasil belajar Dasar-Dasar Keahlian siswa kelas X Teknik Otomotif SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi serta untuk mengidentifikasi hubungan yang signifikan antara sikap belajar dengan hasil belajar Dasar-Dasar Keahlian siswa kelas X Teknik Otomotif SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi.Penelitian ini menggunakan metodologi korelasional yang dipadukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif berupaya mengkarakterisasi atau menjelaskan suatu fenomena peristiwa atau kejadian yang sedang atau telah terjadi. Untuk mengetahui bagaimana sikap belajar (variabel X) variabel bebas Dasar Dasar Keahlian (DDK) (variabel Y) variabel terikat tujuan utama penelitian ini adalah mengevaluasi keterkaitan antara kedua variabel tersebut. Berdasarkan data rekapitulasi skor total sikap Kerja Keras dan Kreatif memiliki skor tertinggi dengan mean 5 00 yang menunjukkan bahwa seluruh siswa menunjukkan sikap sangat baik dalam aspek ini. Salah satu faktor yang memengaruhi tingginya sikap kerja keras dan kreativitas adalah lingkungan pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif dalam menyelesaikan tantangan praktis. Hasil belajar siswa yang menunjukkan rata-rata di atas 4 80 dalam hampir semua aspek mengindikasikan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan sangat baik.Penelitian ini menunjukkan bagaimana sikap positif terhadap pembelajaran mendorong proses pembelajaran yang lebih efisien yang pada gilirannya secara langsung meningkatkan hasil siswa dalam teknik otomotif. Siswa yang memiliki sikap positif lebih mungkin memahami materi dan menggunakannya dalam situasi dunia nyata. Untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya mencapai kinerja akademis yang sangat baik tetapi juga memperoleh keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk sukses di dunia kerja pendidik harus terus menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pola pikir positif ini.