Skripsi
Tuturan guru dalam interaksi pembelajaran bahasa indonesia mengulas karya fiksi kelas VIII SMPN 12 Malang / FATIKSA AULIYA NABILA
Abstrak
Nabila Fatiksa Auliya. 2025. Tuturan Guru dalam Interaksi Pembelajaran Bahasa Indonesia Mengulas Karya Fiksi Kelas VIII SMPN 12 Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. AH. Rofi rsquo uddin M.Pd. Kata Kunci tindak tutur jenis tuturan fungsi tuturan strategi tuturan Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas tidak bisa lepas dari adanya interaksi. Sebuah interaksi membutuhkan komunikasi untuk menyampaikan maksud yang ingin disampaikan dari penutur yang ditujukan kepada mitra tutur. Tindak tutur merupakan tindakan untuk menyampaikan maksud penutur kepada mitra tutur. Tindak tutur dibagi menjadi tiga jenis yaitu lokusi ilokusi dan perlokusi. Fungsi tindak tutur terbagi menjadi lima yaitu representatif direktif ekspresif komisif dan deklarasi. Strategi dalam tindak tutur diklasifikasikan menjadi dua yaitu strategi langsung dan tidak langsung. Tindak tutur lokusi merupakan tindakan untuk menyatakan sesuatu. Tindakan untuk menyatakan dan memiliki maksud dari yang dituturkan dan ditujukan kepada pendengar disebut dengan tindak tutur ilokusi. Tindak tutur ini digolongkan ke dalam lima macam yaitu tindak tutur representatif direktif ekspresif komisif dan deklarasi. Tindak tutur perlokusi merupakan pengaruh atau efek yang ditimbulkan dari tuturan yang diungkapkan oleh penutur. Fungsi tindak tutur digolongkan menjadi fungsi representatif menyatakan menunjukkan melaporkan menyebutkan fungsi direktif memohon memerintah bertanya menyarankan menuntut menantang fungsi ekspresif memuji berterima kasih mengkritik menyela fungsi komisif berjanji mengancam bersumpah fungsi deklarasi memutuskan melarang mengizinkan membatalkan dan memberi maaf. Strategi tindak tutur dikelompokkan menjadi dua yaitu strategi tindak tutur langsung dan tidak langsung. Deskripstif kualitatif merupakan jenis rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Data dari penelitian ini adalah verbal lisan dari tuturan guru yang direkam. Sumber data dari penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia SMPN 12 Malang. Pengumpulan data dari penelitian ini diperoleh melalui perekaman pada saat pembelajaran berlangsung. Peneliti menjadi instrumen utama dalam penelitian ini. Namun penelitian ini juga menggunakan instrumen pendukung seperti perekam suara lembar observasi alat tulis dan kamera handphone untuk pengambilan gambar. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data penyajian data dan kesimpulan. Peneliti menerapkan teknik triangulasi sebagai pengecekan keabsahan data diantaranya (1) pengecekan ulang terkait rekaman tuturan guru (2) membaca ulang transkripsi data dan (3) peneliti berdiskusi dengan ahli. Berdasarkan analisis data yang telah dipaparkan didapatkan tiga kesimpulan dari hasil penelitian sebagai berikut. Pertama jenis tindak tutur yang digunakan oleh guru di kelas bahasa Indonesia adalah lokusi berbentuk imperatif deklaratif dan interogatif. Tindak tutur ilokusi yang digunakan terdapat empat macam bentuk yaitu representatif direktif ekspresif dan deklarasi. Kemudian terdapat data tindak tutur perlokusi. Fungsi tindak tutur yang digunakan oleh guru bahasa Indonesia ini terdapat fungsi representatif menyatakan menyebutkan melaporkan menunjukkan fungsi direktif memerintah bertanya menyarankan fungsi ekspresif mengkritik fungsi deklarasi melarang memutuskan dan mengizinkan. Strategi yang digunakan ialah strategi tindak tutur langsung dan strategi tindak tutur tidak langsung.