Skripsi
Keterampilan berpikir kritis siswa ditinjau dari perbedaan gender / Julia Putri Ashari
Abstrak
Pada abad ke-21 ini keterampilan berpikir kritis sangat dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan zaman. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis yaitu melalui pembelajaran matematika. Banyak faktor yang mempengaruhi keterampilan berpikir kritis salah satunya adalah adanya perbedaan gender. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji serta mengeksplorasi kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan matematika berdasarkan perbedaan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 13 peserta didik laki-laki dan 19 peserta didik perempuan kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP). Topik yang diambil pada penelitian ini adalah bangun datar hal ini didasari pada materi yang sedang dipelajari oleh peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kemampuan berpikir kritis antara peserta didik laki-laki dan perempuan tidak terlalu signifikan. Namun peserta didik laki-laki memiliki keunggulan dibandingkan dengan peserta didik perempuan dalam hal berpikir kritis. Peserta didik laki-laki lebih unggul pada beberapa indikator berpikir kritis yaitu pada indikator interpretasi evaluasi dan inferensi. Sedangkan untuk peserta didik Perempuan lebih unggul pada indikator analisis. Selain itu penelitian ini juga menemukan beberapa kendala yang dihadapi peserta didik seperti keterbatasan waktu dalam mengerjakan soal kesulitan dalam mengonversi informasi ke dalam bentuk matematis serta kurangnya pemahaman terhadap konsep materi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis tidak hanya dipengaruhi oleh gender tetapi juga oleh berbagai faktor lain seperti lingkungan akademik kemampuan individu serta metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah.