Skripsi
Analisis perbandingan tingkat cedera antara peraturan baru dan peraturan lama pada atlet pencak silat kategori tanding / JHENNY AYU SURYANINGRUM
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat cedera antara peraturan lama dan peraturan baru pada atlet pencak silat kategori tanding. Subjek penelitian adalah 40 atlet pencak silat kategori tanding di wilayah Malang Raya dengan rentang usia 16-25 tahun. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pengalaman bertanding sebelum dan setelah penerapan peraturan baru. Data dikumpulkan melalui kuisioner berbasis web (Google Form) dan dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat cedera mengalami sedikit penurunan pada peraturan baru dibandingkan dengan peraturan lama. Sebanyak (50 00%) responden mengalami cedera 1-2 kali pada peraturan baru lebih rendah dibandingkan dengan (57 50%) pada peraturan lama. Cedera yang paling umum terjadi adalah memar (27 06% pada peraturan baru dibandingkan 36 36% pada peraturan lama) sementara cedera dislokasi meningkat (18 82% pada peraturan baru dibandingkan 15 58% pada peraturan lama). Cedera paling sering terjadi pada pergelangan kaki (27 16% pada peraturan baru dibandingkan 33 33% pada peraturan lama). Selain itu sebagian besar atlet menyatakan bahwa cedera yang mereka alami mempengaruhi performa dalam bertanding serta menghambat aktivitas sehari-hari. Hal ini mencerminkan bahwa cedera yang fatal pada olahraga dengan intensitas kontak fisik yang tinggi cenderung sulit untuk dihilangkan atau dikurangi sepenuhnya hanya dengan mengubah peraturan dan menujukkan adanya tantangan dalam menghilangkan atau mengurangi risiko cedera pada olahraga dengan intensitas kontak fisik yang tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman mengenai dampak peraturan baru terhadap tingkat cedera atlet pencak silat.