Disertasi
Karakteristik intervensi guru dalam pembelajaran matematika ditinjau dari teori pirie-kieren / Harfin Lanya
Abstrak
Perencanaan strategi pembelajaran yang efektif dapat memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman siswa. Pemahaman siswa terhadap materi pelajaran sangat dipengaruhi oleh kualitas interaksi selama proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu guru perlu merancang proses pembelajaran secara sistematis dan terarah. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan oleh guru adalah melalui pemberian intervensi yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemahaman siswa. Berdasarkan teori Pirie-Kieren terdapat tiga jenis intervensi yang dapat dilakukan oleh guru yaitu intervensi provokatif invokatif dan validating. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik intervensi guru berdasarkan teori Pirie-Kieren. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan constant comparative method yang mengidentifikasi persamaan karakterteristik guru dalam memberikan intervensi terhadap siswa. Subjek penelitian adalah tujuh guru matematika SMP di Pamekasan yang melaksanakan pembelajaran secara interaktif dan bersedia menjadi subjek penelitian. Prosedur penelitian dilakukan dengan melakukan pengkodean terbuka pengkodean aksial pengkodean selektif penentuan kejenuhan teoritis menyajikan data dan menginterpretasikan data serta memberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik intervensi provokatif guru meliputi (1) penggunaan pertanyaan pemantik yang bersifat kontekstual (2) penggunaan peta konsep/ringkasan materi dalam LKPD sebagai media untuk menambah wawasan siswa (3) pemberian stimulus dengan pengaitan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari (4) memberikan umpan balik dengan pengajuan pertanyaan probing and follow up (5) pengorganisasian siswa dalam kelompok kecil untuk mengaktifkan siswa (6) pemberian scaffolding melalui pengajuan pertanyaan dan (7) memberikan penekanan berdasarkan tugas yang diberikan. Sedangkan karakteristik intervensi invokatif guru meliputi (1) pengajuan pertanyaan pemahaman awal sebelum memulai pembelajaran (2) penggunaan pertanyaan pemantik yang bersifat konvergen (3) pembahasan pekerjaan rumah (soal) sebagai media dalam refleksi awal (4) penyimpulan materi pembelajaran dengan pengajuan pertanyaan (5) penjelasan konsep matematika melalui pengajuan pengajuan pertanyaan probing dan follow up (6) memberikan penekanan tugas (PR) yang dilakukan secara klasikal dan (7) penggunaan apersepsi pembelajaran dengan meminta siswa menjawab pertanyaan. Karakteristik intervensi validating guru meliputi (1) pengajuan pertanyaan konvergen untuk mengetahui pemahaman siswa (2) penugasan kepada siswa untuk membuat soal yang sederhana sesuai dengan materi pembelajaran (3) penyimpulan materi pembelajaran dengan pengajuan pertanyaan dan (4) pengecekan tugas dilakukan secara individu dan kontinu. Selanjutnya intervensi yang dilakukan guru erat kaitannya dengan hasil belajar siswa maka sebaiknya guru dapat merencanakan pembelajaran dengan baik mulai dari pemilihan model pembelajaran penjelasan konsep sampai dengan pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini memberikan wawasan tentang karakteristik intervensi guru dalam pembelajaran matematika. Namun penelitian ini belum menganalisis tentang kondisi atau situasi pembelajaran dan pengaruh pemahaman matematis siswa secara spesifik setelah pelaksanaan intervensi guru dalam pembelajaran maka sebaiknya penelitian selanjutnya dapat meneliti tentang pengaruh intervensi guru terhadap pemahaman matematis siswa yang dibuktikan dengan hasil belajar siswa.