Skripsi
Analisis pembuktian matematis siswa ditinjau dari penalaran / WORO DHIAH PRASASTI
Abstrak
Pada kurikulum merdeka penalaran dan pembuktian menjadi salah satu tujuan dalam pembelajaran matematika. Namun skor menalar Indonesia pada PISA 2022 tergolong rendah dan banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pembuktian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembuktian siswa ditinjau dari penalaran. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII di dua SMP Negeri yang berada di Kota Malang. Instrumen berupa dua soal pembuktian yang telah divalidasi oleh dosen ahli dan pedoman wawancara. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jawaban siswa terlebih dahulu dikelompokkan penalaran mereka ke dalam kategori tinggi sedang dan rendah. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih satu perwakilan siswa dari setiap kelompok. Tiga siswa dipilih yang mewakili kategori tingkat penalaran dalam menjawab soal yang berkaitan dengan sifat bilangan genap di mana siswa diminta membuktikan bahwa kuadrat bilangan genap juga genap. Dua siswa dipilih yang mewakili kategori tiap tingkat penalaran dalam menjawab soal melibatkan jumlah bilangan bulat berurutan di mana siswa diminta membuktikan bahwa jumlah lima bilangan sama dengan lima kali bilangan tengah. Kemudian jawaban siswa dianalisis berdasarkan klasifikasi empat tipe pembuktian menurut Miyazaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh siswa menggunakan pembuktian dengan penalaran induktif dan direpresentasikan dengan angka. Pada soal tentang sifat bilangan genap siswa kategori tinggi mampu menyusun pembuktian dan menarik kesimpulan dengan tepat sementara siswa kategori sedang dan rendah masih mengalami kesulitan terutama dalam menarik kesimpulan. Pada soal jumlah bilangan bulat berurutan seluruh siswa mampu menemukan pola meskipun siswa kategori rendah belum tepat dalam menyimpulkan. Penggunaan contoh membantu proses pembuktian meskipun masih diperlukan pendampingan untuk mencapai pemahaman yang lebih formal.