Skripsi
Pengaruh penerapan model pembelajaran blended learning dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa jurusan teknik komputer dan jaringan (tkj) pada mata pelajaran komputer dan jaringan dasar di SMK Negeri 3 Malang / Muhammad Rizaldy Hubaidillah
Abstrak
Hubaidillah Muhammad Rizaldy (2025). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) pada Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar di SMK Negeri 3 Malang. Skripsi Departemen Teknik Elektro dan Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Ir. Syaad Patmanthara M.Pd. Kata kunci Blended Learning Motivasi Belajar Hasil Belajar Teknik Komputer dan Jaringan SMK. Pendidikan kejuruan khususnya di bidang Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) menghadapi tantangan dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Observasi di SMK Negeri 3 Malang menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital motivasi belajar dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penghambat pencapaian akademik siswa. Untuk mengatasi hal ini penelitian ini mengkaji pengaruh penerapan Model Pembelajaran Blended Learning dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa pada mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar. Blended Learning dipilih karena kemampuannya menggabungkan pembelajaran tatap muka dan media pembelajaran online memberikan fleksibilitas akses materi serta meningkatkan keterlibatan siswa. Sementara itu motivasi belajar baik intrinsik maupun ekstrinsik dianggap sebagai pendorong utama dalam meningkatkan semangat dan konsistensi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kedua variabel tersebut berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar sekaligus memberikan rekomendasi strategis bagi guru dan sekolah dalam mengoptimalkan proses pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup tiga pertanyaan utama (1) Apakah model pembelajaran Blended Learning berpengaruh signifikan terhadap Hasil Belajar Siswa (2) Apakah Motivasi Belajar berpengaruh signifikan terhadap Hasil Belajar Siswa (3) Apakah terdapat pengaruh signifikan antara Blended Learning dan Motivasi Belajar secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar Siswa Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas Blended Learning dalam meningkatkan Hasil Belajar mengidentifikasi peran Motivasi Belajar serta menganalisis sinergi antara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru sekolah dan peneliti selanjutnya dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex-post facto untuk menganalisis hubungan sebab-akibat antara variabel bebas (Blended Learning dan Motivasi Belajar) dan variabel terikat (Hasil Belajar Siswa). Data dikumpulkan melalui dua instrumen utama kuesioner berbasis skala Likert untuk mengukur persepsi siswa terhadap Blended Learning dan Motivasi Belajar serta dokumentasi nilai akademik sebagai indikator Hasil Belajar. Sampel penelitian terdiri dari 104 siswa kelas X dan XI jurusan TKJ di SMK Negeri 3 Malang yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling untuk memastikan relevansi responden dengan kriteria penelitian. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji terlebih dahulu dengan hasil menunjukkan bahwa seluruh item kuesioner memenuhi syarat validitas (r-hitung gt 0 388) dan reliabilitas (Cronbach rsquo s Alpha gt 0 7). Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap. Pertama uji asumsi klasik meliputi uji normalitas homogenitas dan linearitas untuk memastikan data memenuhi syarat analisis regresi. Selanjutnya analisis deskriptif digunakan untuk memaparkan karakteristik responden dan distribusi variabel. Hubungan antar variabel diuji dengan regresi linier berganda sementara pengaruh parsial dan simultan dianalisis menggunakan uji T dan uji F. Hasil uji menunjukkan bahwa model regresi yang terbentuk signifikan (F-hitung 83 894 Sig lt 0 05) dengan koefisien determinasi (R sup2 ) sebesar 61 7% mengindikasikan bahwa Blended Learning dan Motivasi Belajar secara bersama-sama berkontribusi besar terhadap Hasil Belajar Siswa. Proses analisis dibantu oleh software SPSS versi 20 untuk memastikan akurasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Blended Learning secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan Hasil Belajar Siswa terutama dalam meningkatkan literasi digital keterlibatan belajar dan kemampuan berpikir kritis. Motivasi belajar baik intrinsik maupun ekstrinsik juga memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap prestasi akademik dengan aspek kepercayaan diri dan kepuasan belajar sebagai faktor dominan. Secara simultan penerapan Blended Learning dan Motivasi Belajar mampu menjelaskan proporsi variabilitas yang signifikan dalam Hasil belajar siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa sinergi antara metode pembelajaran berbasis teknologi dan faktor psikologis siswa dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK. Oleh karena itu disarankan agar guru lebih mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar dan terus mengembangkan pendekatan-pendekatan inovatif yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu pihak sekolah juga diharapkan dapat menyediakan dukungan infrastruktur yang memadai untuk mendukung penerapan pembelajaran berbasis teknologi secara berkelanjutan. Penelitian ini membuktikan bahwa model pembelajaran Blended Learning dan motivasi belajar secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa TKJ di SMK Negeri 3 Malang baik secara parsial maupun simultan. Analisis regresi menunjukkan Blended Learning ( beta 0.408) berperan dalam meningkatkan literasi digital dan keterlibatan belajar sementara motivasi ( beta 0.613) menjadi pendorong utama pencapaian akademik. Secara simultan kedua faktor ini menjelaskan 61.7% variasi hasil belajar menegaskan pentingnya integrasi pendekatan teknologi dan psikologis dalam pembelajaran. Temuan ini merekomendasikan pengembangan pelatihan guru dalam pembuatan konten digital sistem motivasi siswa dan perbaikan infrastruktur pendukung untuk optimalisasi hasil pembelajaran.