Skripsi
Campur kode dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi di SMA Negeri 4 Malang / Safrina Yasmin
Abstrak
Campur kode termasuk ke dalam kajian Sosiolinguistik. Menurut Suandi (2010 87) pengertian campur kode yaitu salah satu ragam bahasa dengan penggunaan dua bahasa atau lebih secara santai antara orang yang kenal dengan akrab. Campur kode terjadi biasanya karena penutur menyelipkan unsur bahasa lain ke bahasa yang digunakan. Hal tersebut terjadi karena latar belakang sosial tingkat pendidikan dan dalam keadaan situasi informal. Suandi (2014 140) menyatakan campur kode terjadi karena adanya keterbatasan bahasa ungkapan yang dalam bahasa tersebut tidak ada padananya sehingga ada keterpaksaan menggunakan bahasa lain. Peneliti ini memiliki tujuan untuk menganalisis data campur kode yang terjadi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada saat Pembelajaran Menulis Teks Ekspalansi di SMA Negeri 4 Malang. Pendekatan yang digunakan adalah jenis pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif dipilih karena peneliti bermaksud untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kodr yang terdapat dalam interaksi kelas. Data berupa kata sebagai. Sumber data penelitian yakni interaksi kelas antar guru dan murid di Kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 4 Malang.Hasil temuan dari penelitian yang telah dilakukan yaitu adanya penggunaan dua jenis campur kode berdasarkan unsur pembentuk kalimat dan campur kode berdasekan unsur pembentuk kata. Jenis campur kode berdasarkan unsur pembentukan kalimat campur kode pada tataran kata dan campur kode pada tataran frasa. Jumlah campur kode yang ditemukan 37 data. Jumlah data yang teranalisis 22 data. Terdapat campur kode yang telah ditemukan sejumlah dan yang dianalisis sejumlah tataran kata dasar berjumlah tiga data kata berimbuhan berjumlah empat data kata berulang berjumlah satu data. Terdapat campur kode berdasarkan unsur pembentuk kata nomina berjumlah satu data kata verba berjumlah dua data kata adjektiva berjumlah dua data numeralia berjumlah satu data kata pronomina berjumlah dua data dan kata preposisi berjumlah dua data. Terdapat tiga faktor terjadinya campur kode yakni pribadi penutur tempat tinggal penutur dan Fungsi dan tujuan penutur.