Tesis
Dampak pemahaman wali murid tentang fatherless pada pola asuh dan tumbuh kembang anak usia dini di RA Muslimat NU 11 Kota Malang / Akmalany Maulaya Kamilah
Abstrak
Fatherless menjadi kasus pola asuh yang menguras perhatian untuk segera diatasi. Berdasarkan UNICEF di tahun 2021 kasus fatherless di Indonesia mencapai 20 9 % dari 30 juta anak (Lubis 2023). Fatherless ialah sebutan yang merujuk kepada hilangnya peran atau figur pengasuhan ayah selama proses tumbuh kembang anak (Fajarrini. amp Umam 202 Usman. 2020 Majid amp Abdullah 2024). Pengasuhan ayah bukan hanya diperlukan ketika di rumah saja namun juga dibutuhkan ketika di lingkungan sekolah. Namun pada kenyataannya di lapangan masih banyak sekali kekurangan peran ayah dalam pengasuhan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Di laksanakan di RA Muslimat NU 11 Kota Malang kepada 1 kepala sekolah 3 guru sekolah dan 10 wali murid. Teknik pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling dan data diambil menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman wali murid tentang fatherless masih sangat rendah. Pemahaman yang rendah mengakibatkan pemberian pola pengasuhan sang ayah di sekolah kurang maksimal seperti pengambilan rapot mayoritas dilakukan oleh wali murid perempuan keterlibatan ayah di beberapa acara sekolah masih sangat minim rapat bersama di sekolah juga dihadiri oleh seluruhnya wali murid perempuan. Hal tersebut memberikan dampak positif maupun negatif bagi anak. Saran yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman wali murid tentang permasalahan fatherless selama proses tumbuh kembang anak dapat memberikan kegiatan parenting bagi seluruh wali murid yang ada di sekolah.