Tesis
Pengaruh virtual reality artsteps berbasis virtual museum dan locus of control yang berbeda terhadap hasil belajar / Alfin Niken Triretnoningrum
Abstrak
Pendidikan merupakan aspek penting dalam kehidupan yang berperan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu inti dari pendidikan adalah proses pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Dalam proses ini siswa tidak hanya menerima informasi tetapi juga membentuk pengalaman dengan memaknai pengetahuan yang diperoleh. Dengan kompleksitas ini teknologi pembelajaran hadir untuk mempermudah proses belajar menyediakan berbagai sumber belajar serta mengatasi permasalahan yang mungkin muncul dalam pembelajaran. Teknologi yang berkembang pesat memungkinkan inovasi dalam media pembelajaran seperti Virtual reality (VR) yang dapat menciptakan pembelajaran interaktif dan meningkatkan hasil belajar siswa. Virtual reality (VR) adalah salah satu inovasi yang membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Penggunaan VR membantu siswa memahami konsep-konsep sulit yang tidak dapat dijelaskan hanya dengan teks atau gambar dua dimensi. Selain media pembelajaran karakteristik individu siswa seperti locus of control memengaruhi hasil belajar mereka. Locus of control internal membuat siswa lebih mandiri dan proaktif dalam belajar seperti mencari informasi tambahan di luar materi yang diberikan guru. Sebaliknya siswa dengan locus of control eksternal cenderung bergantung pada arahan atau kontrol dari lingkungan sekitarnya. Penelitian eksperimen di SMPN 8 Malang menunjukkan bahwa siswa yang belajar menggunakan media VR memiliki hasil belajar yang lebih baik dibandingkan siswa yang menggunakan media video. Selain itu siswa dengan locus of control internal menunjukkan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan siswa dengan locus of control eksternal. Namun penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak ada interaksi signifikan antara strategi pembelajaran (media VR atau video) dengan locus of control terhadap hasil belajar. Hal ini menandakan bahwa efektivitas media pembelajaran VR tidak bergantung pada karakteristik locus of control siswa. Secara keseluruhan penelitian ini menegaskan bahwa media pembelajaran berbasis VR dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam mendukung pembelajaran terutama untuk materi faktual. VR menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan menarik sehingga mampu meningkatkan motivasi keterlibatan dan pemahaman siswa. Keunggulan ini menjadikan VR pilihan yang unggul dibandingkan media pembelajaran berbasis video. Selain itu hasil belajar siswa lebih dipengaruhi oleh karakteristik internal mereka seperti locus of control yang dapat memberikan nilai tambah dalam proses belajar. Dengan demikian implementasi VR dalam pendidikan menjadi langkah penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan siswa di era teknologi modern.