UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Lanskap finansial generasi z: kajian pendidikan keuangan, digital financial misconception, dan parents’ wellbeing – mixed method analisis / Feibry Feronika Wiwenly Senduk

Senduk, Feibry Feronika Wiwenly - Nama Orang;

Abstrak
Pendidikan keuangan personal merupakan elemen penting dalam mempersiapkan individu menghadapi tantangan keuangan di abad ke-21. Dengan pesatnya perkembangan teknologi individu memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan dan produk keuangan seperti perbankan digital investasi online dan layanan pembayaran elektronik. Kemudahan akses ini meskipun menawarkan banyak manfaat juga membawa tantangan baru terutama dalam pengambilan keputusan keuangan yang semakin kompleks dan sering kali dihadapkan pada risiko ketidakpastian. Pendidikan keuangan memainkan peran penting dalam membantu individu memahami konsep-konsep dasar keuangan seperti pengelolaan pendapatan penganggaran tabungan investasi dan manajemen risiko. Melalui pendidikan keuangan individu dapat mengembangkan keterampilan untuk membuat keputusan yang tepat dan bijaksana dalam berbagai situasi keuangan. Pendidikan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tetapi juga untuk membentuk sikap dan perilaku keuangan yang positif. Penelitian ini menekankan pentingnya literasi keuangan dalam konteks generasi muda khususnya siswa sekolah menengah atas di Indonesia. Generasi ini yang sering disebut sebagai Generasi Z tumbuh dalam lingkungan yang sangat dipengaruhi oleh teknologi digital dan memiliki akses yang hampir tak terbatas ke informasi dan layanan keuangan digital. Namun generasi z juga rentan terhadap misconception keuangan digital seperti perilaku pembelian impulsif penggunaan kredit yang tidak bijaksana dan kurangnya pemahaman tentang risiko keuangan digital. Pendidikan keuangan di sekolah menengah atas menjadi sangat krusial untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola keuangan generasi z dengan baik. Literasi keuangan yang baik dapat membantu generasi z menghindari kesalahan keuangan yang bisa berdampak negatif pada kesejahteraan finansial generasi z di masa depan. Selain itu pendidikan keuangan yang efektif dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan karena siswa yang memiliki literasi keuangan yang baik cenderung mampu membantu keluarganya dalam mengelola keuangan rumah tangga. Oleh karena itu Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan keuangan personal perilaku pengelolaan keuangan kesejahteraan orang tua dan misconception keuangan digital siswa sekolah menengah atas menganalisis secara empiris pengaruh dampak pendidikan keuangan personal terhadap perilaku pengelolaan keuangan kesejahteraan orang tua dan misconception keuangan digital serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapan pendidikan keuangan di sekolah. Selain itu penelitian ini juga berfokus pada deskripsi implementasi pendidikan keuangan di sekolah cara siswa memperoleh pendidikan keuangan dan analisis perilaku pengelolaan keuangan serta strategi untuk menghindari misconception keuangan digital. Penelitian ini juga mengeksplorasi keterkaitan pendidikan keuangan siswa sekolah menengah dengan peningkatan kesejahteraan orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (Mixed Method) dengan desain eksplanatori sekuensial. Pada fase pertama data kuantitatif dikumpulkan melalui survei cross-sectional dengan 1.843 siswa sekolah menengah atas di berbagai wilayah Indonesia seperti Riau Jawa Timur Kalimantan Tengah Sulawesi Utara Bali dan Maluku. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model persamaan struktural (SEM) untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel pendidikan keuangan personal perilaku pengelolaan keuangan kesejahteraan orang tua dan misconception keuangan digital. Pada fase kedua data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi dengan enam partisipan yang dipilih secara purposif berdasarkan respons tipikal dan prinsip variasi maksimal. Wawancara ini bertujuan untuk menjelaskan hasil kuantitatif dan menggali lebih dalam mengenai pandangan partisipan terkait pendidikan keuangan personal dan pengelolaan keuangan. Data kualitatif dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema dan kategori yang muncul. Hasil dari kedua fase penelitian kemudian diintegrasikan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang efektivitas pendidikan keuangan personal dalam mempengaruhi perilaku pengelolaan keuangan kesejahteraan orang tua dan misconception keuangan digital pada siswa sekolah menengah atas di Indonesia. Secara keseluruhan hasil kuantitatif ini menunjukkan bahwa pendidikan keuangan personal sangat penting dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan finansial baik bagi siswa maupun orang tua generasi z. Analisis kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan siswa yang memberikan wawasan lebih dalam tentang pengalaman generasi z dalam menerima pendidikan keuangan dari orang tua dan sekolah. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pendidikan keuangan yang diberikan oleh orang tua sangat membantu siswa dalam membuat keputusan keuangan yang lebih bijaksana. Siswa yang menerima nasihat dan dukungan dari orang tua lebih mampu menabung secara efektif menghindari pembelian impulsif dan mengelola uang saku generasi z dengan lebih baik. Beberapa siswa melaporkan bahwa pendidikan keuangan yang diterima disekolah belum maksimal diberikan karena hanya sebatas dalam mata pelajaran ekonomi. Wawancara juga mengungkapkan bahwa keterlibatan aktif orang tua dalam pendidikan keuangan sangat penting. Siswa yang mendapatkan dukungan dan bimbingan dari orang tua dalam hal keuangan menunjukkan perilaku keuangan yang lebih positif dan lebih sedikit melakukan kesalahan keuangan. Penelitian ini menyarankan penguatan literasi keuangan melalui pengembangan kurikulum ekonomi yang komprehensif dan integrasi pendidikan keuangan digital untuk mengurangi misconception keuangan. Selain itu penting untuk melibatkan orang tua sebagai agen utama sosialisasi keuangan dan meningkatkan kompetensi guru melalui program pelatihan. Implikasi praktisnya meliputi pengembangan metode pembelajaran interaktif dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan keuangan serta melibatkan orang tua dalam program pendidikan keuangan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan meningkatkan kesejahteraan finansial keluarga secara keseluruhan.


Informasi Detail
DDC
Rd 330.7 SEN l
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Ekonomi, 2025.
Deskripsi Fisik
xxi, 460 hlm.: ilus., 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00114/RD/25
Edisi
Disertasi (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2025
Subjek
1. PENDIDIKAN EKONOMI - GENERASI Z
2. KESEJAHTERAAN ORANG TUA - LANSKAP FINANCIAL
3. ECONOMIC EDUCATION - GENERATION Z

Pembimbing
1. Prof. Dr. Ery Tri Djatmika Rudijanto Wahju Wardhana, M.a., M.si; Dr. Hari Wahyono, M.pd; Dr. Madziatul Churiyah, S.pd, M.m.
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik