Skripsi
Kajian tingkat kenyamanan ruang pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kompetensi keahlian bisnis konstruksi dan properti di SMKN 1 Singosari / Nadya Wigaten
Abstrak
Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh hasil belajar siswa salah satunya ditentukan kenyamanan ruang pembelajaran. Khususnya di SMK Negeri 1 Singosari pada Kompetensi Keahlian Bisns Konstruksi dan Properti masih terdapat kendala kenyamanan ruang belajar yang dapat mengurangi fokus dan efektivitas siswa. Observasi dan wawancara menunjukkan masalah seperti suhu ruangan yang panas pencahayaan tidak merata dan tata letak kurang ergonomis. Survei awal mencatat 62 5% siswa merasa ruang pembelajaran terasa pengap 58 7% kesulitan melihat materi karena pencahayaan kurang optimal dan 53 2% sulit berkonsentrasi akibat tata letak meja dan kursi yang kurang mendukung. Untuk membuktikan pengaruh kenyamanan ruang terhadap hasil belajar diperlukan analisis hipotesis dan validasi hasil survei. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sejauh mana kenyamanan spasial termal dan visual memengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di SMK Negeri 1 Singosari. Penelitian dilakukan pada 13 ruang pembelajaran yang masing-masing digunakan untuk satu mata pelajaran di kelas BKP 1. Data yang dianalisis meliputi kenyamanan ruang pembelajaran yang dinilai melalui lembar observasi serta hasil belajar siswa dari nilai akademik. Analisis deskriptif digunakan untuk menilai kondisi aktual kenyamanan ruang pembelajaran sedangkan analisis regresi linier sederhana digunakan untuk menguji pengaruh kenyamanan ruang terhadap hasil belajar. Selan itu analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh aspek kenyamanan spasial termal dan visual terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan spasial pada ruang pembelajaran BKP tergolong ldquo Tidak Baik rdquo dengan 3 ruang memenuhi standar dan 10 ruang tidak memenuhi standar. Kenyamanan termal masuk kategori Sangat Tidak Baik seluruh ruang tidak memenuhi standar suhu dan kelembapan meskipun 4 ruang memiliki kondisi ventilasi baik. Kenyamanan visual juga Sangat Tidak Baik meskipun 6 ruang memiliki kondisi jendela yang baik namun tetap tidak memenuhi standar pencahayaan. Meski demikian kenyamanan ruang tetap berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dengan pengaruh terbesar dari kenyamanan visual diikuti spasial dan termal di urutan terakhir. Secara keseluruhan kenyamanan ruang berkontribusi 79 7% terhadap hasil belajar siswa.