Tesis
Analisis senyawa aktif dan uji aktivitas antibakteri ekstrak tandan dan tangkai sisir buah pisang agung (musa paradisiaca) terhadap bakteri escherichia coli / ADE WAHYU PRATAMA
Abstrak
Escherichia coli merupakan penyebab penyakit seperti diare. Infeksi E. coli dapat ditangani menggunakan antibiotik sintetik akan tetapi penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten. Antibiotik alami menjadi alternatif untuk mengatasi infeksi E. coli karena lebih ramah lingkungan. Antibiotik alami berasal dari tanaman seperti pisang agung. Pisang agung dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan limbahnya berupa tandan dan tangkai sisir buah yang belum dimanfaatkan dan memiliki potensi sebagai antibakteri karena mengandung flavonoid terpenoid fenol tanin dan alkaloid. Tujuan penelitian ini ialah 1) menganalisis daya antibakteri ekstrak tandan dan tangkai sisir pisang 2) menentukan konsentrasi efektif ekstrak terhadap pertumbuhan E.coli dan 3) analisis senyawa aktif ekstrak tandan dan tangkai sisir pisang. Pengujian daya antibakteri menggunakan metode difusi sumuran agar dengan 10 macam konsentrasi dari masing-masing ekstrak tandan dan tangkai sisir. Pengujian kadar senyawa aktif total menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan analisis senyawa turunananya menggunakan metode LCMS (Liquid Chromatography Mass Spectrometry). Hasil Penelitian menunjukkan tandan memiliki daya antibakteri terhadap E. coli pada konsentrasi 90 % dengan ukuran zona hambat tertinggi yaitu 6 98 mm sedangkan tangkai sisir pada konsentrasi 80% sebesar 6 55 mm. Daya antibakteri kedua ekstrak dikategorikan sedang. Kadar senyawa aktif tertinggi pada tandan yaitu fenol yaitu sebesar 70 70 mg/g dan pada tangkai sisir sebesar 45 82 mg/g. Senyawa turunan fenol antara lain hydroxyl-benzenaldehide asam ferulat asam p-coumaric asam kafeat asam klorogenik dan asam vanilik. Simpulan dari penelitian ini yaitu ektrak tandan dan tangkai sisir buah pisang memiliki daya antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri E. coli dalam kategori sedang dan memiliki kandungan senyawa aktif antibakteri dengan kandungan tertinggi yaitu senyawa fenol.