UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Metakognisi mahasiswa calon guru MI/SD dalam pengajuan masalah matematika pada konteks pembelajaran berdiferensiasi / Ishmatul Maula

Maula, Ishmatul - Nama Orang;

Abstrak
Metakognisi merupakan fondasi penting dalam pengembangan kemampuan mengajukan masalah matematika yang berkualitas. Kemampuan ini tidak hanya menuntut pemahaman konsep matematika tetapi juga keterampilan dalam merencanakan memantau dan mengevaluasi proses berpikir secara sadar dan terarah. Tanpa metakognisi yang kuat pendidik cenderung mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi ide yang relevan menyusun informasi secara proporsional dan merumuskan masalah secara tepat. Oleh karena itu pengajuan masalah tidak dapat dipisahkan dari metakognisi yang mencakup aktivitas awareness evaluation dan regulation. Urgensi untuk mengeksplorasi metakognisi semakin tinggi dalam konteks pembelajaran berdiferensiasi dimana pendidik dituntut untuk merancang masalah matematika yang sesuai dengan perbedaan kemampuan minat atau gaya belajar siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut pendidik harus memiliki metakognisi yang baik dalam merencanakan memantau dan mengevaluasi proses berpikir mereka saat menyusun masalah. Oleh karena itu penelitian mengenai metakognisi mahasiswa calon guru dalam proses pengajuan masalah matematika pada konteks pembelajaran berdiferensiasi sangat penting dilakukan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang bertujuan untuk mendeskripsikan metakognisi dalam pengajuan masalah matematika oleh mahasiswa calon guru MI/SD pada konteks pembelajaran berdiferensiasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa calon guru MI/SD yang sedang menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dengan instrumen pendukung berupa lembar tugas pengajuan masalah dan pedoman wawancara. Data dikumpulkan melalui lembar jawaban tugas rekaman think aloud dan rekaman wawancara. Sebanyak 25 mahasiswa calon guru diberikan tugas pengajuan masalah 1 yang meminta mereka untuk mencermati kondisi pembelajaran dan mengajukan masalah matematika beserta alasannya. Dari jumlah tersebut 19 mahasiswa calon guru mengajukan satu masalah dengan tingkat kesulitan sedang sementara 6 mahasiswa calon guru lainnya mengajukan tiga masalah dengan tingkat kesulitan berbeda. Mengingat fokus penelitian ini pada pengajuan masalah dalam konteks pembelajaran berdiferensiasi hanya 6 mahasiswa calon guru yang memenuhi kriteria untuk melanjutkan ke tugas pengajuan masalah 2. Pada tugas ini mahasiswa diminta untuk mencermati kondisi pembelajaran menuliskan pertimbangan dan pemikiran dalam menyusun masalah serta mengungkapkan pemikiran mereka melalui think aloud. Dari hasil pemeriksaan tugas pengajuan masalah 2 keenam calon subjek mengajukan masalah yang sesuai dengan kriteria masalah berdiferensiasi. Namun berdasarkan pemaparan pemikiran mereka secara tertulis dan lisan maka dipilih 4 subjek untuk analisis lebih mendalam melalui wawancara. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan Aktivitas metakognitif subjek dalam pengajuan masalah matematika tercermin dalam lima tahapan pengajuan masalah matematika dengan masing-masing melibatkan komponen awareness evaluation dan regulation. Pada tahap pembangunan ide awal awareness ditunjukkan melalui pemahaman terhadap situasi pembelajaran sebagai dasar perancangan masalah. Evaluation tampak dalam analisis terhadap keterkaitan kondisi pembelajaran dengan pendekatan yang tepat. Regulation diwujudkan dalam penetapan pendekatan atau strategi perancangan masalah berdasarkan hasil analisis yang dilakukan. Tahap klasifikasi ide awareness terlihat dari kemampuan mengenali pengetahuan awal siswa serta unsur penting dari topik matematika seperti objek konsep prinsip atau representasi. Evaluation dilakukan dengan menilai kesesuaian materi matematika terhadap karakteristik siswa. Regulation mencakup penetapan objek konsep prinsip atau representasi yang relevan untuk digunakan. Pada tahap perangkaian data awareness muncul saat subjek mengidentifikasi pengalaman belajar mereka terkait penyajian data dalam masalah matematika. Evaluation melibatkan penilaian relevansi dan kesesuaian cara penyajian data dengan karakteristik siswa. Regulation mencakup pengelompokan data koneksi antar data dan modifikasi data jika diperlukan. Dalam tahap perumusan masalah awareness tercermin dari upaya mengaitkan data untuk membentuk narasi masalah. Evaluation dilakukan melalui penilaian konsistensi dan kelayakan data. Regulation tampak dalam penyusunan narasi masalah yang koheren serta penyesuaian jika terdapat ketidaksesuaian. Pada tahap pengecekan masalah awareness ditunjukkan dengan pemahaman terhadap solusi dan aktivitas matematika yang dibutuhkan. Evaluation mencakup penilaian tingkat kesulitan keterbacaan dan kesesuaian masalah dengan kemampuan siswa. Regulation dilakukan melalui revisi data atau elemen masalah guna memastikan keselarasan dengan kemampuan siswa. Aktivitas metakognitif yang melibatkan awareness evaluation dan regulation tidak hanya mempengaruhi cara subjek merancang masalah tetapi juga bagaimana menyesuaikan masalah dengan berbagai prinsip diferensiasi seperti konten proses dan produk. Diferensiasi konten terlihat pada tahap klasifikasi ide saat subjek menunjukkan awareness terhadap pengetahuan awal siswa dan unsur penting topik matematika. Melalui evaluation mereka menilai kesesuaian topik agar menantang namun tetap dapat diakses oleh siswa dengan kemampuan matematikanya. Regulation terlihat dari penetapan konsep objek prinsip dan representasi yang tepat sebagai bentuk penyesuaian konten. Diferensiasi proses muncul pada tahap perangkaian data. Awareness ditunjukkan dengan refleksi atas pengalaman dalam menyajikan soal evaluation melalui penilaian relevansi data terhadap karakteristik siswa dan regulation dilakukan dengan mengelompokkan menghubungkan serta memodifikasi data agar informasi yang disampaikan dapat diterima dan diproses secara efektif oleh siswa. Sementara itu diferensiasi produk tercermin dalam tahap perumusan dan pengecekan masalah. Subjek menunjukkan awareness melalui penyusunan narasi masalah yang kontekstual melakukan evaluation terhadap konsistensi keterbacaan dan tingkat kesulitan soal serta melakukan regulation dengan merevisi elemen soal agar memungkinkan berbagai cara pemahaman dan penyelesaian oleh siswa.


Informasi Detail
DDC
Rd 510.76 MAU m
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Matematika, 2025.
Deskripsi Fisik
xxi, 238 hlm.: ilus., 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00117/RD/25
Edisi
Disertasi (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2025
Subjek
1. MATEMATIKA - MODEL PEMBELAJARAN
2. MAHASISWA CALON GURU - BERDIFERENSIASI
3. MATHEMATICS - LEARNING MODEL


Pembimbing
1. Prof. Dr. Toto Nusantara, M.si; 2. Dr.rer.nat. I Made Sulandra, M.si; 3. Dr. Sisworo, S.pd, M.si
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik